Laga babak 16 besar Piala Dunia 2014 di Arena Corinthians, Selasa (1/7/2014), sempat lama menemui kebuntuan. Sepanjang waktu normal 2x45 menit, kedua tim sama-sama tak mampu mencetak gol. Pertandingan pun berlanjut ke extra time.
Argentina harus menunggu sampai menit ke-118 untuk bisa menjebol gawang Swiss. Gol La Albiceleste diawali akselerasi Messi yang menggiring bola mendekati kotak penalti. Messi lantas menyodorkan si kulit bundar kepada Di Maria. Tanpa pikir panjang, Di Maria menembak ke arah tiang jauh untuk menaklukkan kiper Diego Benaglio.
Gol Di Maria menjadi satu-satunya gol yang tercipta pada pertandingan ini. Argentina pun menang 1-0 dan lolos ke perempatfinal.
"Saat itu, segalanya terlintas di kepala saya," ujar Messi sambil tersenyum, saat menjelaskan proses terciptanya gol Argentina, seperti dikutip Reuters.
"Saya sempat berpikir mungkin saya harus menembak sendiri, kemudian saya melihat Angel di sana dan saya memutuskan untuk memberikan bola kepadanya. Untungnya, dia bisa mencetak gol," katanya.
Pada pertandingan ini, Messi akhirnya dinobatkan sebagai man of the match. Ini adalah kali keempat dia mendapatkan penghargaan serupa di Piala Dunia 2014.
"Saya tak tahu apakah saya pantas mendapatkan yang ini atau tidak. Tapi, yang penting adalah kami lolos ke babak berikutnya," tutur Messi.
"Ini bukanlah pertandingan yang mudah dan sepanjang Piala Dunia memang selalu begitu. Yang penting kami menang," katanya.
Di babak perempatfinal, Argentina akan berhadapan dengan Belgia. Belgia baru saja lolos setelah menundukkan Amerika Serikat 2-1, juga lewat extra time.
(mfi/raw)











































