Giliran Lukaku yang Jadi Super-sub

Giliran Lukaku yang Jadi Super-sub

- Sepakbola
Rabu, 02 Jul 2014 07:33 WIB
Giliran Lukaku yang Jadi Super-sub
(AFP/Pedro Ugarte)
Salvador - Tak hanya sekali Belgia diselamatkan oleh pemain pengganti di Piala Dunia 2014. Di laga melawan Amerika Serikat, sosok super-sub ada dalam diri Romelu Lukaku.

Belgia menjalani laga ketat melawan AS di babak 16 besar yang dimainkan di Arena Fonte Nova, Salvador, Rabu (2/7/2014) dinihari WIB. Meski terus menggempur pertahanan AS, Belgia kesulitan bikin gol hingga waktu normal berakhir.

Memasuki babak perpanjangan waktu, Marc Wilmots tahu betul bahwa timnya butuh tenaga baru untuk menambah daya dobrak. Dia lantas menarik keluar Divock Origi dan memasukkan Lukaku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lukaku langsung memberi dampak pada serangan Belgia. Di menit ke-93, dia memimpin sebuah serangan balik Belgia yang berujung pada gol Kevin De Bruyne.

Lukaku kemudian juga mencetak gol untuk menggandakan keunggulan Belgia di menit ke-105. Sebagai catatan, itu adalah gol pertamanya di Piala Dunia 2014.

Pada akhirnya, Belgia memetik kemenangan 2-1 atas AS. Julian Green sempat memperkecil ketertinggalan AS lewat golnya di menit ke-107.

Ini bukan kali pertama Belgia diselamatkan oleh pemain pengganti. Di fase grup, dua kali kemenangan The Red Devils ditentukan oleh pemain pengganti.

Di pertandingan melawan Aljazair, Marouane Fellaini dan Dries Mertens yang baru masuk di babak kedua mencetak gol-gol kemenangan Belgia. Sementara saat menghadapi Rusia, giliran Origi yang jadi penentu kemenangan meski baru masuk di babak kedua. Secara keseluruhan, empat dari enam gol Belgia sejauh ini diciptakan oleh pemain pengganti.

"Lukaku sudah banyak dikritik, dan saya katakan padanya, 'jangan khawatir, putaran kedua mungkin akan jadi harimu', dan itulah yang terjadi," ucap Wilmots seperti dikutip BBC.

Pengaruh dari masuknya Lukaku juga diakui oleh penjaga gawang AS, Tim Howard. Howard yang juga menjadi rekan setim Lukaku di Everton musim 2013/2014 lalu itu tak menampik jika striker berusia 21 itu mengubah jalannya pertandingan.

"Mereka memasukkan 'big Rom' dan dia sangat membantu, dia berlari ke arah kami, mencetak gol, menciptakan peluang untuk yang lain. Big Rom mengubah arah pertandingan," sahut Howard di situs resmi FIFA.

Kemenangan atas AS mengantar Belgia ke babak perempatfinal. Vincent Kompany dkk. sudah ditunggu oleh Argentina yang sebelumnya menyingkirkan Swiss.

(nds/raw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads