Belanda cukup menjadi sorotan karena dinilai tak lagi menampilkan gaya bermain menyerang ala Total Football yang selama ini dikenal. Tim asuhan Louis van Gaal di Piala Dunia 2014 ini memang cenderung tampil defensif dan lebih mengandalkan serangan balik. Tengok saja statistik berikut ini.
FIFA mencatat Belanda cuma membuat 1813 umpan dari total empat pertandingan dengan akurasi hanya sebesar 75%. Mereka pun hanya menempati urutan 13 soal urusan bikin umpan, bahkan masih tertinggal dari Spanyol (2071) dan Italia (1859) yang cuma memainkan tiga laga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, kenyataannya Belanda mampu meraih kemenangan sempurna dari empat pertandingan yang dilalui. Meski tak pernah tampil dominan, mereka justru jadi tim paling produktif dengan 12 gol sejauh atau dengan kata lain tampil efisien.
Bagi Sneijder, fakta bahwa timnya belum pernah gagal menang sudah cukup meski secara permainan tak terlalu menarik. Gelandang 30 tahun itu lebih memilih hasil ketimbang sekadar penampilan.
"Kenapa kami harus mengubah gaya hanya agar dipuji dunia karena memainkan sepakbola bagus dan mencoba sedemikian keras? Apakah Anda lebih suka kami duduk di pesawat untuk pulang ke rumah? Saya sih, lebih suka ambil pilihan terbaik," katanya dikutip Reuters.
"Jika kami mendengarkan semua orang yang mengatakan kami harus menjadi tim yang punya 70 persen penguasaan bola, maka kami mungkin juga bakal pulang. Kami harus realistis. Kami tidak punya lini tengah dengan kemampuan untuk memegang penguasaan bola sebesar itu," sambung pemain Galatasaray ini.
"Empat tahun lalu di final kami kehilangan kesempatan menjuarai Piala Dunia, sejujurnya, kami juga tidak tampil begitu bagus sepanjang turnamen kala itu. Jika kami nanti menjadi juara dunia dan kami harus percaya kami mampu, tidak akan ada yang menyebut betapa buruknya kami bermain," demikian dia.
(raw/roz)











































