Sneijder: Tak Masalah Main Jelek Asalkan Juara

Sneijder: Tak Masalah Main Jelek Asalkan Juara

- Sepakbola
Jumat, 04 Jul 2014 04:43 WIB
Sneijder: Tak Masalah Main Jelek Asalkan Juara
Getty Images Sport/VI-Images
Rio de Janeiro - Bagi tim nasional Belanda, main bagus adalah nomor sekian sementara menang merupakan prioritas paling utama. Karena itu, Wesley Sneijder tak peduli akan kritikan yang menyebut Der Oranje bermain jelek.

Belanda cukup menjadi sorotan karena dinilai tak lagi menampilkan gaya bermain menyerang ala Total Football yang selama ini dikenal. Tim asuhan Louis van Gaal di Piala Dunia 2014 ini memang cenderung tampil defensif dan lebih mengandalkan serangan balik. Tengok saja statistik berikut ini.

FIFA mencatat Belanda cuma membuat 1813 umpan dari total empat pertandingan dengan akurasi hanya sebesar 75%. Mereka pun hanya menempati urutan 13 soal urusan bikin umpan, bahkan masih tertinggal dari Spanyol (2071) dan Italia (1859) yang cuma memainkan tiga laga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara whoscored melansir bahwa dalam penguasaan bola, Belanda menempati urutan 25 dari total 32 tim peserta. Catatannya? Hanya 43,7%. Dari persentase tersebut Robin van Persie dkk. punya rataan melepaskan tembakan 13,5 per laga dan berada di posisi ke-14.

Namun demikian, kenyataannya Belanda mampu meraih kemenangan sempurna dari empat pertandingan yang dilalui. Meski tak pernah tampil dominan, mereka justru jadi tim paling produktif dengan 12 gol sejauh atau dengan kata lain tampil efisien.

Bagi Sneijder, fakta bahwa timnya belum pernah gagal menang sudah cukup meski secara permainan tak terlalu menarik. Gelandang 30 tahun itu lebih memilih hasil ketimbang sekadar penampilan.

"Kenapa kami harus mengubah gaya hanya agar dipuji dunia karena memainkan sepakbola bagus dan mencoba sedemikian keras? Apakah Anda lebih suka kami duduk di pesawat untuk pulang ke rumah? Saya sih, lebih suka ambil pilihan terbaik," katanya dikutip Reuters.

"Jika kami mendengarkan semua orang yang mengatakan kami harus menjadi tim yang punya 70 persen penguasaan bola, maka kami mungkin juga bakal pulang. Kami harus realistis. Kami tidak punya lini tengah dengan kemampuan untuk memegang penguasaan bola sebesar itu," sambung pemain Galatasaray ini.

"Empat tahun lalu di final kami kehilangan kesempatan menjuarai Piala Dunia, sejujurnya, kami juga tidak tampil begitu bagus sepanjang turnamen kala itu. Jika kami nanti menjadi juara dunia dan kami harus percaya kami mampu, tidak akan ada yang menyebut betapa buruknya kami bermain," demikian dia.

(raw/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads