Nike Nantikan Untung Besar Usai Piala Dunia

Nike Nantikan Untung Besar Usai Piala Dunia

- Sepakbola
Rabu, 09 Jul 2014 00:39 WIB
Nike Nantikan Untung Besar Usai Piala Dunia
Getty Images Entertainment/Paul Warner
Rio de Janeiro -

Nike tengah menantikan keuntungan besar dari efek penyelenggaraan Piala Dunia 2014. Amerika Serikat menjadi lahan yang paling potensial menyusul penampilan tim 'Paman Sam' di Brasil.

Pada Mei lalu Nike mencatatkan kenaikan pendapatan hingga 21 persen. Pabrikan apparel itupun menutup buku keuangan tahunan dengan keuntungan sebesar 2,3 miliar dolar AS atau hampir 27 triliun rupiah (!). Ini belum termasuk beberapa ratus juta dolar dari penjualan kaus.

Catatan ini diyakini bakal bertahan, bahkan berpotensi lebih besar lagi tahun depan menyusul penyelenggaraan Piala Dunia. Satu hal yang membuat Nike optimistis adalah meningkatnya gairah dan antusiasme warga AS terhadap sepakbola.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya bahwa suporter AS menjadi pembeli tiket terbanyak untuk kategori "suporter tamu" alias penonton yang datang dari luar Brasil. Total ada 196.838 tiket yang dibeli warga AS untuk menyaksikan langsung turnamen empat tahun tersebut, hanya kalah dari suporter lokal Brasil yang memborong 1.363.179 alias 60% dari alokasi tiket.

Dukungan masif ini berbanding lurus dengan penampilan AS. Bergabung di grup sulit bersama Jerman, Portugal, dan Ghana, anak asuh Juergen Klinsmann sukses melaju ke fase gugur sebagai runner up. Mereka pada akhirnya terhenti di babak 16 besar oleh Belgia setelah bertarung habis-habisan.

Meski demikian, Nike mengungkapkan tak cuma AS yang menjadi lahan potensial. China diakui punya prospek yang tak kalah cerah menyusul mulai berkembangnya kompetisi sepakbola di sana.

Perkembangan ini ditandai dengan maraknya pesepakbola top yang hijrah ke Negeri Tirai Bambu. Sejak 2011, tercatat ada nama-nama top seperti Didier Drogba, Nicholas Anelka, Frederic Kanoute, Seudou Keita, dan salah satu yang teranyar adalah Alessandro Diamanti. Tak ketinggalan sejumlah pelatih ternama seperti Sergio Batista, Jean Tigana, dan Marcelo Lippi.

"Saya berjanji kepada Anda bahwa progresnya akan tetap demikian tahun depan. AS menawarkan potensi yang sangat besar secara jelas, bagaimanapun antusiasme terhadap sepakbola sudah ada di sana. Dan di China, ada kesempatan yang luar biasa untuk tumbuh," kata CEO Nike Mark Parker kepada Handelsblatt, sebagaimana dikutip Reuters.

Potensi untuk meraup untung lebih besar juga tersedia melihat dua semifinalis Piala Dunia kali ini merupakan tim yang disponsori Nike, yakni tuan rumah Brasil dan Belanda. Keduanya masing-masing akan berhadapan dengan Jerman dan Argentina yang merupakan tim dukungan Adidas, sehingga babak semifinal ini tak ubahnya duel langsung antara dua pabrikan apparel besar dunia.

Jika berhasil mengirimkan satu wakil ke final dan jadi juara --atau bahkan menempatkan dua tim sekaligus di final-- maka secara komersial citra Nike akan terdongkrak. Niscaya hal ini bakal berdampak positif terhadap penjualan.

(raw/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads