"Sebagai suporter tentu saja saya meminta maaf. Saya meminta maaf karena saya merasakan kesedihan yang sama dengan seluruh warga Brasil," sahut Presiden Dilma Rousseff dalam wawancaranya dengan CNN.
Brasil dapat malu luar biasa saat menelan kekalahan atas Jerman di semifinal Piala Dunia 2014. Tak tanggung-tanggung, gawang Julio Cesar dijebol tujuh kali oleh Thomas Mueller dkk. Jerman menjadi pemenang dalam laga tersebut dengan skor terbesar sepanjang sejarah semifinal Piala Dunia, 7-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tahu Piala Dunia ini akan berjalan damai dengan banyak kegembiraan. Sepakbola terdiri dari kemenangan dan kekalahan. Itu selalu jadi bagian dari pertandingan. Bisa melewati sebuah kekalahan saya pikir itu sebuah penanda akan masa depan kami dan menunjukkan kami sebagai sebuah tim dan negara," sambungnya.
Namun wanita berusia 66 tahun itu tak menyangkal kalau kekalahan yang diderita sangat-sangat memukul dirinya dan seluruh penduduk Brasil.
"Sejujurnya tidak, sejujur-jujurnya tidak pernah saya memimpikan akan seperti ini. Mimpi buruk saya tidak pernah seburuk ini. Saya tahu kami adalah negara yang punya masa depan, kami akan bisa menghadapi tantangan di tengah perbedaan. Kami akan bisa melaluinya," tuntas dia.
Kekalahan telak Brasil diyakini akan berpengaruh besar dalam upaya Rousseff mencalonkan diri untuk kembali menjadi presiden dalam pemilu yang akan digelar akhir tahun ini. Saat datang pada pembukaan Piala Dunia, Rousseff dapat sorakan tak bersahabat dari pendukung Brasil.
(din/mfi)











































