Jatuh-bangun Mascherano Antarkan 'Tango' ke Maracana

Jatuh-bangun Mascherano Antarkan 'Tango' ke Maracana

- Sepakbola
Jumat, 11 Jul 2014 11:44 WIB
Jatuh-bangun Mascherano Antarkan Tango ke Maracana
Getty Images/Julian Finney
Belo Horizonte -

Javier Mascherano memang bukan pemain bintang macam Lionel Messi, Angel Di Maria, atau Sergio Aguero bagi Argentina. Tapi tanpa Mascherano, Albiceleste mungkin tak akan sampai ke final Piala Dunia 2014.

Mascherano jadi salah satu pemain yang tergantikan di tim asuhan Alejandro Sabella itu. Perannya sebagai jangkar di lini tengah membuat Argentina dengan santai memainkan sepakbola menyerang mereka.

Namun kali ini peran Mascherano bersama Lucas Biglia atau Fernando Gago terasa lebih vital mengingat Albiceleste juga kerap memainkan sepakobla pragmatis. Argentina pun berhasil membuat lawan kesulitan menembus lini pertahanan mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Whoscored mencatat Mascherano rata-rata melepaskan 4,7 tekel per laga, 2,2 intersep, 1,2 pelanggaran, dan 1,5 clearance. Salah satu tekel krusialnya adalah di laga semifinal lawan Belanda.

Ketika itu laga memasuki masa injury time dan Arjen Robben mendapat ruang tembak di kotak penalti. Sebelum Robben menembak, dengan cepat Mascherano merenggangkan kaki kanannya untuk memblok tembakan winger Belanda itu dan amanlah gawang Sergio Romero.

"Saya sampai harus merenggangkan anus saya untuk itu. Rasa sakitnya benar-benar luar biasa," ujar Mascherano menggambarkan aksi heroiknya itu.

"Saya kira saya tidak bisa melakukannya. Saya mengira dia pasti lebih unggul daripada saya, saya memikirkan banyak hal tapi saya akhirnya lakukan saja," sambungnya seperti dikutip Sky Sports.

"Saya langsung masuk saja. Saya bisa saja mendapat kartu merah dan penatli. Tapi siapapun bisa melakukan itu dan saya cukup beruntung untuk melakukan itu."

"Di akhir laga saya menangis karena saya sudah menunggu lama untuk momen seperti ini."

Final Piala Dunia 2014 melawan Jerman akan jadi final ketiga Mascherano bersama timnas, setelah dua Copa America di 2004 dan 2007 berujung gelar runner-up. Kini gelandang 30 tahun itu pun mengimpikan bisa mengangkat trofi Piala Dunia di Maracana akhir pekan ini.

"Ini adalah Piala Dunia ketiga saya dan mungkin yang terakhir. Senang rasanya bisa ke final dan itu membuat jiwa Anda tenang. Sesuatu yang tak bisa dijelaskan, sesuatu yang tak terbayangkan sebelumnya."

"Day saya tahu orang-orang di rumah akan senang karena sudah dua generasi mereka tidak bisa melihat Argentina main di final Piala Dunia, kini mereka bisa melihatnya dan kami pun turut senang," demikian pengoleksi 100 caps dan tiga gol bersama Argentina itu.

(mrp/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads