Romario Minta Petinggi CBF Dibui

Romario Minta Petinggi CBF Dibui

- Sepakbola
Jumat, 11 Jul 2014 11:58 WIB
Romario Minta Petinggi CBF Dibui
Marcelo Fonseca/Getty Images
Brasilia - Legenda sepakbola Brasil Romario geram dengan hasil memalukan yang dituai tim nasional Brasil dalam Piala Dunia 2014. Pria yang kini berprofesi sebagai pengacara itu meminta para petinggi federasi sepakbola Brasil (CBF) dipenjara.

Status tuan rumah tak mempermudah langkah Brasil untuk memperpanjang koleksi titel juara Piala Dunia. Dana hingga USD 11 miliar atau sekitar Rp127,8 triliun rupiah pun dinilai menjadi sebuah kesia-siaan belaka setelah Brasil gagal menjadi kampiun. Apalagi, Brasil tersingkir dengan cara yang memalukan. Tim besutan Luiz Felipe Scolari tersebut kalah telak 1-7 dari Jerman dalam perempatfinal di Stadion Mineirao, Belo Horizonte.

Romario angkat bicara. Dia berpendapat kegagalan timnas Brasil itu bukan kesalahan para pemain dan barisan pelatih. Tapi para petinggi CBF yang korup dan tak mengerti sepakbola.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sepakbola kami memburuk tahun demi tahun. Ini menjadi buntut dari pemimpin yang bahkan tak berbakat untuk menggocek bola," kata Romario seperti dikutip NST.

"Mereka tinggal dalam kotak mewah, menikmati uang jutaan yang masuk rekening mereka," jelas pria 48 tahun itu.

Mantan pesepakbola yang turut mengantarkan Brasil meraih juara Piala Dunia 1994 itu pun meminta agar Presiden CBF Jose Maria Marin dan wakilnya, Marco Polo del Nero, mendapatkan konsekuensi. Penjara menjadi sanksi yang pas untuk presiden dan wakilnya itu.

Romario tak bisa membayangkan trofi Piala Dunia akan diserahkan Presiden Brasil Dilma Rousseff kepada tim nasional lain usai final di Stadion Maracana Senin (14/7/2014) dinihari WIB. Final itu mempertemukan Jerman dengan Argentina.

"Mereka kan pulang membawa trofi itu dan kami ditinggali stadion-stadion yang perawatannya bakal memakan banyak dana. Ini menjadi sebuah Piala Kekecewaan, bukan Piala Dunia," tegas dia.

(fem/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads