Β
Loew dan Sabella sama-sama pernah berkarir sebagai pemain sepakbola sebelum menangani sebuah tim, keduanya berposisi sebagai gelandang. Pengalaman ketika merumput di lapangan hijau menjadi modal kuat keduanya dalam memberi arahan bagi anak-anak asuhannya.
Β
Setelah memasuki masa pensiun, Loew langsung melatih beberapa klub sepakbola dari tahun 1992 sampai 2004. Sedangkan Sabella diangkat sebagai asisten pelatih Daniel Pasarella di sejumlah klub sejak tahun 1989.
Β
Karir kepelatihan Loew dimulai ketika ditunjuk sebagai pelatih akademi FC Winterthur, sebuah klub sepakbola dari Swiss, pada tahun 1992 atau ketika ia berusia 32 tahun. Setelah dua musim di sana, Loew belajar ilmu kepelatihan dengan menjadi pelatih sekaligus pemain di klub FC Frauenfeld.
Β
Menjelang musim 1995/96, pelatih Stuttgart Rolf Fringer mengajak Loew untuk jadi asisten pelatih. Karir Loew naik satu tingkat pada Agustus 1996, setelah dia ditugaskan jadi pelatih sementara karena Fringer terpilih jadi pelatih timnas Swiss.
Β
Loew kemudian dipastikan menjadi pelatih tim utama Stuttgart dan sukses memenangi DFP Pokal 1996/97, gelar pertama pria kelahiran 3 Februari 1960 di musim pertama. Sang pelatih terkenal musim itu karena memperkenalkan trio sulap yang terdiri dari Krasimir Balakov, Giovane Elber dan Fredi Bobic.
Β
Stuttgart tampil lebih baik pada musim berikutnya dengan menempati peringkat keempat dalam klasemen akhir Bundesliga dan mencapai babak final Piala Winners 1998, sayangnya mereka menyerah dari Chelsea dengan skor 0-1.
Β
Prestasi apik Loew dilirik klub asal Turki, Fenerbahce. Namun, ia hanya semusim di sana dan kembali ke Jerman untuk menangani tim Karlsruher. Ia berpindah lagi ke klub Turki lainnya Adanaspor, tapi cuma sebentar 4 bulan (Desember 2000 sampai Maret 2001) karena performa buruk tim.
Β
Loew sempat menganggur sangat lama berbulan-bulan sebelum klub Austria, Tirol Innsbruck, merekrutnya pada Oktober 2001. Dia sukses membawa klub tersebut juara liga pada tahun 2002, tapi ia tidak bekerja lagi karena klubnya dinyatakan bangkrut dan dilikuidasi. Klub terakhir yang ditangani Loew adalah FK Austria Wien pada musim 2003/04.
Β
Pada tahun 2004, Loew diangkat sebagai asisten pelatih Jerman Juergen Klinsmann. Selama dua tahun, ia mendampingi Klinsmann untuk mempersiapkan skuat Die Mannschaft di Piala Dunia 2006 yang berlangsung di rumah sendiri. Setelah Jerman gagal di turnamen tersebut, Klinsmann mundur dan Loew naik jabatan jadi pelatih utama.
Β
Sabella menapak karir manajerial dengan menjadi asisten pelatih Pasarella. Ia berpindah-pindah klub bersama atasannya, seperti di Parma (Italia), timnas Uruguay, Monterrey (Meksiko), Corinthians (Brasil) dan River Plate. Klub yang namanya disebutnya terakhir berhasil dibawa oleh duet Pasarella-Sabella di posisi ketiga turnamen Apertura.
Β
Sabella untuk pertamakalinya menjadi pelatih ketika diangkat menangani klub Argentina, Estudiantes de La Plata, pada Maret 2009. Pria kelahiran 5 November 1954 itu sukses memberikan gelar Copa Libertadores di tahun yang sama.
Β
Ia memutuskan mundur pada awal Februari 2011. Beberapa bulan kemudian, Sabella ditunjuk melatih timnas Argentina selepas kegagalan tim βTangoβ di Copa America.
Β
Secara rata-rata kemenangan yang diraih timnasnya, Loew dan Sabella punya angka rata-rata yang sedikit berbeda. Sejak Juli 2006, Loew sudah 111 pertandingan bersama Jerman, hasilnya 76 kali menang, 20 kali seri dan 15 kali kalah, atau rata-rata kemenangan 68,47 persen.
Sementara Sabella memberi 26 kemenangan bagi Argentina (rata-rata menang 65 persen), sisanya 10 kali imbang dan 4 kali kalah.
Β
Loew dan Sabella mempunyai misi yang sama, memberikan gelar juara untuk pertamakalinya dari mereka bagi tim nasional. Prestasi timnas yang cenderung terlihat ada, hanya Loew semata. Sebelum Piala Dunia 2014, Loew membantu Jerman meraih posisi runner up Piala Eropa 2008 dan semifinalis Piala Eropa 2012, serta juara ketiga Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
(din/fem)











































