Jerman sekali lagi membuktikan diri sebagai momok Argentina di ajang Piala Dunia. Pada edisi 2014, Die Mannschaft kembali menjadi batu sandungan bagi Albiceleste.
Selama perhelatan sepakbola akbar itu, Jerman (termasuk saat masih bernama Jerman Barat) dan Argentina sudah berjumpa sebanyak tujuh kali. Dari jumlah pertemuan itu, Argentina cuma menang sekali dan enam kali kalah, termasuk empat kali kalah beruntun.
Rekor buruk Argentina itu mulai tercipta di final Piala Dunia 1990 dengan kekalahan 0-1 berkat penalti Andreas Brehme di menit-menit akhir pertandingan. Jerman Barat pun memperoleh titel juara ketiganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, setelah itu langkah Jerman terhenti di semifinal usai dikalahkan Italia 0-2 yang kemudian menjadi juara di hadapan publik mereka sendiri.
Afrika Selatan 2010 menjadi memori terburuk Argentina saat berhadapan dengan Jerman. Memainkan laga perempatfinal, Argentina -- yang dilatih Diego Maradona -- digasak pasukan Joachim Loew itu dengan skor telak 0-4.
Kini, kesempatan Argentina untuk balas dendam datang lagi di Brasil. Akan tetapi, dewi fortuna belum juga berpihak kepada Lionel Messi dkk.
Memainkan partai puncak di Maracana, Rio de Janiero, gol Mario Goetze di menit ke-113 mengantar Jerman mengalahkan Argentina 1-0 sekaligus untuk menyabet titel juara dunia keempat (1954, 1974, 1990, 2014). (rin/raw)











































