Luiz Felipe Scolari jadi salah satu pihak yang paling bertanggung jawab atas jebloknya performa Brasil di Piala Dunia 2014. Akan tetapi, Maicon melontarkan pembelaan untuk pelatihnya itu.
Scolari dan Brasil-nya dicerca habis-habisan setelah gagal memenuhi ekspektasi. Bermain di hadapan publik sendiri, Selecao yang diharapkan bisa mengangkat trofi juara justru rontok di semifinal, lewat cara yang tragis usai dicukur Jerman 1-7.
Peluang untuk menyelamatkan muka diri sendiri pun terlewatkan. Dalam partai perebutan tempat ketiga, lagi-lagi Brasil gagal menyenangkan pendukungnya setelah tersungkur di tangan Belanda 0-3.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin performa Brasil tidak seperti yang diharapkan, tapi orang-orang mesti ingat bahwa tim ini hanya dibangun sekitar 1,5 tahun," kata bek sayap AS Roma itu kepada La Gazzetta dello Sport. "Sementara Jerman sudah berjalan lebih dari delapan tahun, Argentina sudah bersama-sama selama enam tahun. Semuanya butuh waktu."
"Aku percaya Scolari dan seluruh stafnya telah melakukan sebuah pekerjaan yang bagus - skuat ini punya kombinasi yang bagus dengan pemain-pemain berpengalaman dan pemain muda dan kami punya masa depan."
"Setelah apa yang terjadi di Piala Dunia ini, bahkan pemain yang kurang berpengalamanpun sekarang memiliki mindset yang tepat untuk menang," sambung Maicon.
"Aku pikir luka setelah dihajar Jerman 1-7 tidak akan melemahkan mereka, faktanya, setelahnya aku melihat semangat untuk bangkit, dan kekalahan di laga perebutan tempat ketiga adalah sebuah bab yang segera akan kami tutup," demikian dia.
(rin/din)











































