"Mudah untuk menaruh hormat padanya saat dia menang tapi saat dia kalah kondisinya tidak mudah. Dia tetap pemain bersejarah. Dia tak butuh menjadi juara Piala Dunia untuk menjadi pemain bersejarah, terutama dalam satu dekade terakhir," cetus Mourinho terkait ramainya pembicaraan soal Messi.
Messi sepertinya akan mengakhiri 'hantu' yang selama ini membayangi dirinya soal tiadanya kontribusi besar yang dia berikan buat Argentina. Empat gol dan satu assist-nya mengantar Tango masuk final, tapi di partai puncak Argentina tunduk 0-1 di tangan Jerman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Buat saya Pele adalah Pele dan Maradona adalah Maradona. Bukan saya yang membuat perbandingan pemain dari generasi yang berbeda. Mungkin karena generasinya sama dengan periode di mana saya lahir - buat saya Maradona adalah Maradona," lanjut Mourinho pada Eurosport.
"Sama sekali tidak. Saya pikir di babak pertama dia menjalani pertandingan dengan fantastis," jawab Mourinho ketika ditanya soal Messi sebagai kambing hitam kekalahan Argentina.
(din/cas)











































