Polisi Jerman Mulai Berantas Prostitusi
Jumat, 12 Mei 2006 05:01 WIB
Berlin - Ancaman kepolisian Jerman untuk memberantas prostitusi bukan sekedar gertak sambal. Satu bulan menjelang Piala Dunia tindakan pembersihan prostitusi ilegal sudah dilakukan di empat negara bagian.Berdasarkan berita yang dilansir dari YahooSport setidaknya hampir 100 orang ditahan dalam penggrebekan rumah-rumah bordil. Ini merupakan tindakan nyata polisi untuk memberantas prostitusi ilegal menjelang even sepakbola paling akbar berlangsung.Polisi di Hesse, Rhineland-Palatinate, Baden-Wuerttemberg dan Bavaria telah bergerak untuk menahan ratusan pekerja seks ilegal di negara-negara bagian tersebut, demikian menurut pihak berwenang, Kamis (11/05/2006). Menteri dalam negeri Hesse Volker Bouffier mengatakan bahwa penggrebekan ini dilakukan sebagai upaya melawan penyeludupan perempuan, yang kebanyakan datang dari Eropa Timur, yang dipaksa untuk menjadi pekerja seks selama Piala Dunia. Tindakan ini sekaligus menjawab kekhawatiran dari organisasi hak asasi manusia dan kelompok-kelompok perempuan yang memperhatikan masalah ini.Polisi negara bagian Hesse melakukan pengecekan dokumen dari 603 orang pekerja seks dan menahan 74 orang diantaranya. Sedangkan di Rhineland-Palatinate dilaporkan 22 orang ditahan dan 34 lainnya diberi surat peringatan, sebagian besar karena pelanggaran keimigrasian dan kesalahan dalam menjalankan regulasi yang telah ditetapkan."Kontrol dan pencarian adalah cara yang efektif untuk melawan kejahatan ini, dan untuk alasan ini kami akan melanjutkan aksi-aksi serupa," tegas Bouffier.Prostitusi merupakan bisnis legal di Jerman. Namun tindakan ini hanya sah dilakukan apabila para pekerja seks tersebut telah membayar pajak dan menerima jaminan sosial. Tercatat sekitar 400.000 orang telah terdaftar sebagai pekerja seks legal. Kelompok-kelompok hak asasi manusia seperti Council of Europe, Amnesti Internasional, Organisasi Migrasi Internasional dan Koalisi Malaikat, kelompok anti penyeludupan perempuan asal Rusia, telah meminta pemerintah Jerman untuk memerangi penyeludupan manusia dan memberantas pelacuran paksa selama Piala Dunia. (ian/)











































