Jerman Berjanji Berantas Rasisme

Jerman Berjanji Berantas Rasisme

- Sepakbola
Jumat, 19 Mei 2006 00:17 WIB
Jerman Berjanji Berantas Rasisme
Berlin - Kampanye untuk melawan rasisme tidak dilupakan tuan rumah Jerman di Piala Dunia. Orang dari ras apapun tak perlu takut untuk berada di tanah Jerman dan tak perlu merisaukan tindakan rasisme. "Saya pikir selama gelaran Piala Dunia siapapun dapat merasa aman, di mana pun ia di Jerman. Kami telah siap," ujar Menteri Dalam Negeri Wolfgang Schauble kepada reporter seperti dikutip dari YahooSport, Kamis (18/05/2006). Ia berbicara hanya sehari setelah juru bicara seorang mantan gubernur mengatakan bahwa non-kulit putih harus menghindarkan beberapa bagian dari Brandenburg karena "mereka mungkin saja tak dapat keluar dari sana hidup-hidup". Bulan lalu seorang warga keturunan Ethiopia koma gara-gara dipukuli di daerah Postdam, ibukota Brandenburg. Insiden ini memicu debat publik bahwa ada rasisme di tanah Jerman. Pihak sayap kanan berencana melakukan demonstrasi untuk mendukung pernyataan anti-Israel Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad saat negara Persia ini berhadapan dengan Angola di Leipzig tanggal 21 Juni. Namun masih tidak ada kejelasan apakah pemerintah lokal akan memberikan izin untuk demonstrasi tersebut. Schauble juga menyebutkan bahwa pemerintah lokal dapat menggunakan segala cara yang legal untuk menghindari eksploitasi Piala Dunia. "Saya pikir siapa pun yang berusaha menyalahgunakan Piala Dunia untuk kepentingan politik tidak akan berhasil, terutama ekstrimis sayap kanan yang punya dukungan terkuat. Leipzig merupakan satu-satunya stadium yang terletak di daerah bekas Jerman Timur. Pejabat Piala Dunia Jerman melihat 32 negara dan mengatakan bahwa ini merupakan persembahan negaranya, serta berharap setiap orang menjadi teman seperti halnya slogan turnamen "A Time to Make Friends". Presiden federasi sepakbola Jerman (DFB) Jerman Theo Zwanziger mengatakan dalam sebuah konferensi di Berlin: "Kami bangsa Jerman akan menunjukkan bahwa kami berjiwa patriot." DFB akan mengambil langkah tegas terhadap segala bentuk rasisme. "Kami tidak akan memberikan toleransi. Kami akan selalu membuka mata. Racun dari rasisme bisa sangat-sangat berbahaya," lanjutnya. Zwanziger juga mengatakan "Ini masalah lama... datanglah ke stadion dan lihat apa yang terjadi, spanduk apa yang dipasang, dan lagu apa yang dinyanyikan. Saya tidak bisa mengatakan bahwa saat ini kami bebas dari rasisme, tidak hanya Jerman tetapi di seluruh Eropa... Saya tidak berpikir kita mendapat situasi yang menarik, tetapi kami akan tetap mengawasi," tambahnya. (a2s/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads