"Pemain Asing" Meksiko Dipermasalahkan
Senin, 22 Mei 2006 10:57 WIB
Meksiko City - Tak sampai sebulan sebelum Piala Dunia bergulir, muncul perdebatan serius di dalam kubu Meksiko. Adanya beberapa pemain naturalisasi yang bukan kelahiran Meksiko menuai banyak protes.Dari 23 pemain yang dicantumkan pelatih Ricardo Lavolpe untuk berangkat ke Jerman, ada dua nama yang bukan asli Meksiko. Dia adalah striker Guillermo Franco yang lahir dan besar di Argentina dan Antonio Naelson yang lahir di Sao Paolo, Brasil.Franco memang tak punya darah atau keturunan Meksiko. Namun setelah kedatangan pertamanya ke Meksiko tiga tahun lalu, pemain 29 tahun itu kini sudah menjalani proses naturalisasi dan memiliki pasport Meksiko yang didapat atas kemauannya sendiri.Inilah yang kemudian mengundang perebatan di negara yang dipimpin Presiden Vicente Fox Quesada itu. Beberapa pihak menganggap Lavolpe sebaiknya mendahulukan nama-nama pemain yang merupakan warga asli Meksiko. Salah satu komentar yang mengkritik kebijakan Lavolpe datang dari eks pemain meksiko di era 1970-an, Hugo Sanchez."Itu sangat berbahaya karena kita sudah memiliki dua atau tiga pemain dan itu bisa terus bertambah menjadi empat, lima, enam. Dan kemudian akan datang saat timnas kita bukan lagi pemain nasional, tapi pemain naturalisasi," seru Sanchez seperti diberitkan Yahoosport, Senin (22/5/2006).Sanchez mendapat dukungan dari salah satu pemain yang dipanggil Lavolpe ke Jerman dan turun di Piala Dunia 1998 dan 2002 lalu, Jesus Arellano. Komentar yang dikeluarkan Arellano lumayan keras, menurutnya beberapa pemain Meksiko tak ingin ada pemain naturalisasi di timnas."Berbicara atas nama pemain Meksiko, beberapa dari kami tak suka adanya pemain naturalisasi di tubuh timnas. Kami lebih memilih hanya pemain Meksiko yang ada di sini," ungkap Arellano.La Volpe sendiri tetap kekeuh dengan pendiriannya untuk membawa pemain naturalisasi ke Jerman. Ia bahkan mengatakan kalau sebenarnya banyak pemain di Liga Meksiko yang juga mendapat kewarganegaraannya karena naturalisasi."Kebanyakan striker yang bermain di Meksiko, bisa saya katakan 80%-nya adalah orang asing dan jika salah satu dari merek adalah punya kewarganegaraan akibat naturalisasi saya tak mengerti kenapa saya tak boleh melakukan ini," bela Volpe.Pelatih asal Argentina itu tidak sendirian. Adalah presiden Olimpiade Meksiko, Felipe Munoz yang memberikan dukungan padanya. "Jika seluruh dunia melakukannya, kami harus melakukannya dengan sebaik mungkin dan memberi keuntungan besar buat kami. Jika pemain naturalisasi lebih baik dan bisa menggantikan pemain Meksiko maka itu bisa saja terjadi."Sebenarnya sejarah pemain naturalisasi di Meksiko sudah cukup panjang. Diawali Carlos Blanco yang lahir di Spanyol, dia adalah pemain naturalisasi pertama yang membela Meksiko di kualifikasi Piala Dunia 1954 dan 1958. Dilanjutkan Carlos Lara, Gabriel Caballero (Argentina) yang turun di Piala Dunia 1962 dan 2002.Foto: Guillermo Franco, keberadanya di skuad tim Meksiko menuai protes (news). (din/)











































