Kegundahan Luis Aragones
Senin, 29 Mei 2006 11:52 WIB
Albacete - Mendapat hasil imbang tanpa gol di partai uji coba melawan Rusia, sepertinya memberi pukulan bagi Pelatih Spanyol Luis Aragones. Kekhawatiran tentang skuadnya pun melanda Aragones.Tidak bisa menutupi rasa kecewa atas hasil melawan Rusia pada Sabtu (27/5/2006) lalu, pelatih berusia 67 tahun itu mengungkapkan kegundahannya apabila hasil yang sama dipetik Spanyol di pertarungan Piala Dunia nanti. Hasil atas Rusia yang notabene gagal lolos ke Jerman cukup memukulnya, mengingat Spanyol dianggap memiliki liga domestik terkuat di dunia, namun prestasi terbaik Spanyol di ajang Piala Dunia hanya tercipta di tahun 1950 dengan menduduki peringkat empat. "Saya harap kami tidak kacau di Piala Dunia seperti itu lagi," ujar Aragones seperti dilansir AFP, Senin (29/5/2006).Kendati merasa kecewa, tetapi Aragones berusaha melihat sisi positif. Menurutnya, dari segi peluang yang tercipta Spanyol lebih unggul dari Rusia. "Ada beberapa hal baik dari uji coba itu. Kami punya kesempatan lebih banyak dari mereka dan dari segi mental, saya puas dengan mental tim kami," tambahnya.Sementara itu, kubu Rusia yang diwakili pelatih Alexander Borodiuk memberi komentar pedasnya mengenai Spanyol. Borodiuk menilai memang Spanyol mempunyai teknik yang bagus, tetapi kurang ditopang dengan kekuatan mental timnya. "Spanyol adalah tim yang memiliki kemampuan teknik baik, jelas mereka terbiasa bermain solid. Namun saya pikir mereka tidak punya mental menang," tukas Borodiuk.Spanyol tergabung di Grup H bersama Ukraina, Tunisia dan Arab Saudi. Tak seperti Inggris, tim Matador tak memiliki pemain yang karirnya menonjol seperti Raul. Raul sendiri di beberapa musim terakhir bersama Real Madrid kurang mendapat hasil memuaskan.Foto: Luis Aragones (img) (erk/)











































