Piala Dunia Bikin Pasar Asia Sepi

Piala Dunia Bikin Pasar Asia Sepi

- Sepakbola
Senin, 29 Mei 2006 16:36 WIB
Jakarta - Piala Dunia 2006 akan membawa spekulasi buruk di Pasar Asia. Gara-garanya kemungkinan pada investor bakal memilih nonton bola dibanding mengurusi saham. Hah?Diprediksi putaran final Piala Dunia pada dimulai 9 Juni nanti akan menggerakkan kesepian di antara para dealer dan strateg yang potensial berdampak negatif terhadap pasar Asia.Tak seperti empat tahun lalu ketika Piala Dunia diadakan di Jepang dan Korea Selatan, yang jam tayangnya bisa diadaptasi para penggemar bola Asia, mau tidak mau jam Piala Dunia 2006 bisa-bisa menyulitkan para pekerja Asia.Pertandingan dipancarkan ke seluruh Asia lewat larut malam atau menjelang pagi, maka kekhawatiran muncul kalau-kalau para dealer bermata muram datang terlambat bekerja, lelah dan para investor menjadi terlalu asyik untuk berkonsentrasi."Perdagangan kemungkinan akan sangat lambat selama Piala Dunia karena para investor terlalu sibuk menonton pertandingan," ujar Sukhbir Khanijoh, seorang analis pasar Trinity Securities di Bangkok dilansir AP, Senin (29/5/2006)."Dipastikan mereka akan kurang berminat pada perdagangan saham selama waktu itu karena Piala Dunia sangat populer di Thailand. Saat Piala Dunia 2002 saja, Bursa Saham Thailand (SET) merosot 4,34 persen," tambahnya. Pada hari-hari ketika tim populer sedang beraksi, seperti Inggris atau Brasil, 'pukulan'bisa lebih keras. Di Singapura, ketika Inggris bermain melawan Nigeria di Piala Dunia lalu, volume transaksi di pasar jatuh dan Indeks Straits Times turun 11 poin karena kurangnya minat beli.Ketika Inggris bermain melawan Brasil hal itu bahkan lebih buruk, dengan saham yang diperdagangkan anjlok sampai tingkat terendah sejak krisis keuangan Asia 1997-98.Hal senada juga diungkapkan Andes Cheng, Direktur perusahaan South China Securities, yakin pasar akan turun selama Juni dan Juli namun Piala Dunia hanya akan menjadi satu dari sejumlah alasan."Setelah aksi ambil untung besar (di Hong Kong), mereka kini harus duduk dan memandang pasar dan komoditas lain sebelum memutuskan apa yang akan dilakukan atas uang tersebut dalam setengah tahun mendatang dan merencanakan langkah berikut mereka.""Tidak mengherankan bahwa pasar akan sepi bulan depan. Pasti sepakbola akan mempengaruhi pasar sedikit tetapi kami sedang berbicara tentang menghasilkan uang. Jangkauan dampaknya tak akan banyak," tutur Cheng.Kendati ada ramalan buruk, namun tidak semua pengamat pasar yakin Piala Dunia akan berdampak terhadap level perdagangan."Para investor harus pergi kerja juga, kami harus mencari uang. Nalarnya bahwa Piala Dunia akan menyebabkan pasar merosot tak terbukti secara ilmiah," kata Ben Kwong, Kepala riset KGI Asia di Hong Kong.Para analis di Tokyo pun menolak kekawatiran bahwa sepakbola akan merugikan pasar di Jepang."Saya tidak berpikir akan ada dampak negatif terhadap pasar. Orang Jepang biasanya tidak menjadi begitu heboh menyangkut pengaruh atas pekerjaan mereka pada hari setelah pertandingan," tandas Ryuta Otsuka dari Toyo Securities. (erk/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads