Awal Manis Kuartet Pelatih Belanda
Kamis, 15 Jun 2006 03:49 WIB
Jakarta - Ada empat pelatih asal Belanda di Piala Dunia 2006. Semuanya memetik hasil memuaskan di laga perdana.Kuartet pelatih asal Belanda itu adalah Marco van Basten, Guus Hiddink, Dick Advocaat dan Leo Beenhakker.Van Basten yang baru berusia 41 tahun, merupakan pelatih termuda di Piala Dunia 2006. Namun mantan striker "Tim Orange" saat menjuarai Piala Eropa 1998 itu tidak terlihat seperti pelatih "pendatang baru".Sejak bertugas tahun 2004, Van Basten perlahan tapi pasti melakukan regenerasi di hampir semua lini. Kini skuad Belanda dihuni rata-rata pemain muda, kecuali beberapa nama yang masih sulit diganti seperti striker Ruud van Nistelrooy dan kiper Edwin van Der Saar."Dia langsung membuat perubahan, karena semua tahu apa yang dilakukannya saat masih menjadi pemain. Tanpa taktik dan organisasi yang solid, namanya tidak akan berarti apa-apa. Tetapi dia menanganinya dengan sangat baik," ujar Van Der Saar. Hasil di pertandingan pertamanya, Belanda menang 1-0 dari Serbia Montenegro.Berbeda dengan Van Basten, Beenhakker justru menjadikan pengalamannya sebagai modal utama. Meski menangani tim kecil seperti Trinidad & Tobago, kejeniusan mantan pelatih Belanda di Piala Dunia 1990 itu tetap terlihat saat menahan Swedia 0-0.Ketika Trinidad & Tobago harus bermain dengan 10 orang di awal babak pertama, Beenhakker tidak menggunakan jurus bertahan total. Justru striker baru dimasukkan untuk memaksa pemain bertahan Swedia tetap berada di belakang. "Bukankah terlihat hebat karena itu berhasil? Saya sangat senang jika hal-hal seperti itu bisa terjadi," ujarnya.Pelatih senior lainnya yakni Guus Hiddink. Pelatih Australia adalah pelatih pertama yang memberikan kemenangan untuk tiga negara dari kenfederasi yang berbeda di Piala Dunia. Tiga gol yang dicetak The Socceroos dalam 10 menit terakhir saat menggulung Jepang 3-1, merupakan bukti kematangan Hiddink.Kunci sukses Hiddink yakni disiplin dengan latihan fisik yang ketat. Bahkan sampai dua pekan lalu, Harry Kewell cs dicekokin ujian fisik yang berat. Namun kini Autralia menuai hasil awalnya. "Cara dia mempersiapkan segalanya, juga memimpin tim sangat luar biasa," ujar Kewell. "Karena cara dia mempersiapkan kami, dia mendapatkan yang terbaik juga dari kami," tambah Marco Bresciano.Soal sukses melatih, Hiddink memiliki setumpuk catatan bagus di level klub. Bersama PSV Eindhoven 6 gelar liga serta 4 Piala Liga serta Piala Champions 1998 diraihnya. Hiddink juga pernah melatih Real Madrid, Real Betis dan Valencia serta Turki.Di Piala Dunia 2002, Hiddink membawa Korea Selatan sampai ke babak semifinal. Kini tim yang ditinggalnya itu juga dilatih orang Belanda yakni Dick Advocaat. Sempat tertingal lebih dulu saat melawan Togo, namun keputusannya memasukkan Ahn Jung-hwan membalikkan keadaan.Penampilan Ahn masih belum maksimal sebelum Piala Dunia 2006. Untuk memaksanya kerja keras, Advocaat memutuskan menaruh Ahn di bangku cadangan. "Kami ingin memberikan beban yang lebih padanya. Ternyata hal itu berhasil," ujarnya. Demikian seperti dilansir AFP. (lom/)











































