Pantai Gading vs Serbia & Montenegro
Untuk Kesan Pertama dan Terakhir
Rabu, 21 Jun 2006 12:02 WIB
Munich - Apa boleh buat, Pantai Gading dan Serbia & Montenegro sudah terkunci di Grup C. Namun masih ada satu pertandingan yang penting buat mereka sebagai kenang-kenangan pertama dan terakhir.Adalah Pantai Gading yang ingin mempersembahkan kesan pertama yang manis buat fansnya. Jika mampu mengalahkan Serbia & Montenegro di Munich, Kamis (22/6/2006) dinihari WIB, berarti mereka takkan pulang sebagai juru kunci dari pengalaman pertamanya tampil di putaran Piala Dunia.Sempat disebut-sebut sebagai salah satu kuda hitam, kenyataannya Didier Drogba cs tak mampu menyaingi dua tim yang memang lebih diunggulkan di grup ini, yaitu Argentina dan Belanda. Dari kedua tim elit tersebut Pantai Gading menyerah 1-2 meskipun permainan skuad Henri Michel itu tidak jelek-jelek amat.Sementara itu Serbia & Montenegro memerlukan kemenangan sebelum dua bangsa itu berpisah. Memalukan memang kekalahan 0-6 dari Argentina -- setelah lebih dulu ditekuk Belanda 0-1 --, tapi akan lebih menyesakkan dada apabila Dejan Stankovic cs kalah juga melawan tim debutan dari Afrika itu.Nanti malam adalah hari terakhir nama Serbia & Montenegro bergandengan. Setelah itu mereka akan berpisah dengan baik-baik menyusul hasil referendum warga Montenegro yang memilih independen penuh dari bekas negara Yugoslavia itu. Untuk sebuah perpisahan, tidak ada kenang-kenangan yang paling indah kecuali hal-hal yang indah pula. Jika mampu menundukkan Pantai Gading, para pemain Serbia & Montenegro mungkin akan berpelukan penuh haru dan berkata: "Terima kasih, kawan. Jangan lupakan bahwa kita pernah meraih kemenangan manis bersama-sama di tanah Jerman, untuk membela negara yang sama-sama pernah kita cintai ini."Dengan motivasi kesan pertama dan terakhir itu tidak ada alasan buat Pantai Gading maupun Serbia & Montenegro tidak mengerahkan kemampuan terbaiknya. Sayang, bintang utama mereka, Drogba dan Mateja Kezman, harus absen karena akumulasi kartu kuning dan skorsing kartu merah.Kedua pelatih juga ingin memberi tanda perpisahan yang positif karena Michel dan Ilija Petkovic sudah menyatakan akan meletakkan jabatannya sehabis turnamen termegah ini selesai."Hari Rabu ini akan menjadi pertandingan terakhirku di deretan kursi Pantai Gading. Pengalamanku bersama sepakbola Afrika telah selesai," tukas Michel yang berasal dari Prancis itu.Sementara Petkovic bertutur: "Kami mesti menampilkan performa yang baik di game terakhir negeri ini di Piala Dunia untuk menyelamatkan sebagian harga diri kami. Anak-anak harus mengeluarkan seluruh kemampuannya. Saya memang kecewa dengan cara kami melakoni turnamen ini, tapi itulah sepakbola.""Dalam beberapa tahun terakhir kami telah bekerja dengan cukup baik. Apapun yang akan terjadi, inilah adalah pertandingan terakhirku bersama Serbia & Montenegro," pungkas Petkovic.Foto: (a2s/)











































