Banjir Air Mata Suporter Korea
Sabtu, 24 Jun 2006 07:31 WIB
Seoul - Tidak seperti pesta meriah suporter The Socceros di Sidney yang merayakan lolosnya Australia ke babak 16 besar, banjir air mata terjadi di Seoul ketika para pendukung Red Devil menyaksikan timnya tersingkir dari Piala Dunia Jerman 2006.Ribuan warga Korea berkumpul di bar dan kafe-kafe serta tempat yang menyediakan layar besar untuk menonton Park Ji Sung dkk berjuang di laga terkahir penyisihan Grup G untuk lolos ke babak 16 besar.Warga Korea sangat yakin timnya mampu mengulang cerita manis empat tahun lalu ketika timnya lolos sampai semifinal. Namun keyakinan itu tinggal keyakinan. Begitu pertandingan usai, meledaklah tangisan ratusan supoter terutama yang wanita. Banyak juga juga suporter laki-laki yang tidak mampu menahan tangisnya."Semuanya sudah berakhir walau tim kami bermain bagus," ujar seorang suporter bernama Woo Song-min tersedu-sedu seperti dilansir Reuters, Sabtu (24/6/06).Bahkan seorang suporter dilaporkan tewas ketika sedang menonton pertandingan bersama di layar raksasa. Namun belum ada konfirmasi resmi mengenai penyebab kematian itu.Layaknya suporter yang datang ke stadion, ribuan warga Korea yang menonton bersama itu membawa berbagai atribut seperti alat musik dan tetabuhan. Mereka bersorak dan menyanyikan lagu serta yel-yel selama jalannya pertandingan.Tapi begitu gol kedua yang dinilai kontroversial terjadi, mereka semua tampak terdiam. Dengan tegang mereka menunggu hingga detik-detik terakhir timnya kalah 2-0 dari Swiss."Sebelum gol kedua saya yakin kami bisa bangkit. Tapi gol itu menghancurkan harapan para pemain. Sangat tidak adil," tutur Kim Sun-wha.Tak ada tarian dan kembang api usai pertandingan seperti ketika Korea mengalahkan Togo. Untuk mencegah keributan Polisi segera turun ke jalan-jalan membubarkan para suporter yang masih berkumpul. (bal/)











































