Agar Titel Dunia Kian Dekat Diraih

Jelang Belanda vs Portugal

Agar Titel Dunia Kian Dekat Diraih

- Sepakbola
Minggu, 25 Jun 2006 12:24 WIB
Agar Titel Dunia Kian Dekat Diraih
Jakarta - Dari delapan pertandingan babak 16 besar, Belanda versus Portugal boleh dibilang duel yang paling ketat selain Spanyol melawan Prancis. Inilah partai dua tim elit yang tak pernah jadi juara dunia.Belanda menjelma sebagai salah satu kekuatan besar di dunia sejak era 70-an dengan Total Football-nya Rinus Michel dan Johan Cruyff. Namun prestasi mereka di Piala Dunia baru sampai runner up, yakni di tahun 1974 dan 1978. Portugal juga hebat dan kehebatan itu direpresentasikan Eusebio di era 60-an dan dihidupkan kembali oleh Luis Figo dan kawan-kawan yang tergabung dalam sebuah Generasi Emas.Satu-satunya tropi besar yang pernah diraih Belanda adalah Euro 1988, sedangkan Portugal belum punya. Dua tahun lalu, juga di ajang Piala Eropa, mereka hampir saja merengkuh tropi Henry de Launay kalah saja berhasil mengalahkan Yunani di tanah sendiri.Ini adalah kesempatan baik buat Belanda dan Portugal untuk mencapai prestasi tinggi di level Piala Dunia. Apalagi mereka sudah mengawalinya dengan baik: Belanda menang dua kali dan seri melawan tim favorit Argentina, sedangkan Portugal mampu memenangi tiga pertandingannya di Grup D.Ditilik dari rekor pertemuan kedua negara, Portugal unggul cukup jauh dari rivalnya itu. Dari tujuh pertandingan terakhirnya, tim yang dijuluki Brasil-nya Eropa itu menang tiga kali, seri empat kali, dan tak pernah kalah. "Statistik tidak berarti apa-apa," demikian gelandang Maniche mengomentari keunggulan Portugal dalam head-to-head itu. "Yang lebih bagus lagi adalah kami dapat menambah jumlah kemenangan kami itu. Tapi ini akan sangat sulit. Belanda punya banyak pemain hebat, tapi kami juga."Di pihak Belanda, motif mengalahkan Portugal kali ini sudah barang tentu sangat besar, paling tidak untuk menuntaskan rasa sakit dan penasaran. Belanda gagal ke putaran final Piala Dunia 2002 karena kalah bersaing dengan Portugal (dan Republik Irlandia) di babak kualifikasi.Kekalahan terakhir mereka juga cukup menyesakkan fans "Singa Oranye". Di Euro 2004 mereka kalah 1-2 di babak semifinal. Cristiano Ronaldo dan Maniche adalah dua pemain yang menyebabkan gawang Edwin van der Sar bobol kala itu."Portugal mengalahkan kami dua tahun lalu. Tapi pertandingan kali ini akan betul-betul berbeda. Ini tim baru, tim dengan anak-anak muda di dalamnya, dan kami punya banyak gagasan," tukas bomber Ruud van Nistelrooy.Penyerang cadangan Portugal, Helder Postiga, menyetujui pernyataan Van Nisltelrooy. "Ini berbeda dengan game di Euro 2004. Sejak itu Belanda juga telah banyak berubah," tandas striker FC Porto itu.Dengan masih ampuhnya polesan tangan Scolari, Portugal boleh berharap terus menangguk kemenangan. Faktanya, dari 10 pertandingan yang dilakoni Scolari di Piala Dunia, timnya selalu menang -- tujuh yang pertama ia ukir bersama Tim Samba di Korea-Jepang.Sementara di kubu Belanda, Marco van Basten ternyata punya bakat tinggi untuk menjadi pelatih hebat. Sejak menggantikan Dick Advocaat pasca Euro 2004, ia meremajakan tim Belanda dan hasilnya cukup menjanjikan. Di babak kualifikasi mereka menang 10 kali, seri dua kali, dan nol kekalahan. Van Basten juga mengaku sudah menambah porsi persiapan timnya melakoni adu penalti. Maklum, Belanda sangat sering tersingkir di turnamen besar lewat drama 11 meter tersebut.Pemenang duel seru ini akan berjumpa Inggris atau Ekuador, yang malam ini akan bertarung di Stuttgart. Siapapun pemenangnya, Belanda atau Portugal, maka jalan menuju titel Piala Dunia pertama semakin dekat.Foto: Dua pemain andalan Belanda, Arjen Robben dan Ruud van Nistelrooy. Kembali menemui salah satu lawan terkuatnya, Portugal. (AFP) (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads