Revolusi Van Basten

Preview Belanda vs Portugal

Revolusi Van Basten

- Sepakbola
Minggu, 25 Jun 2006 14:47 WIB
Revolusi Van Basten
Den Haag - Een totale oorlog, ini duel puputan. Menang atau pulang! Van Basten kemungkinan akan melansir sebuah revolusi, sebuah taktik varian baru untuk meremukkan anak cucu Vasco da Gama itu.Hingga kemarin malam, Van Basten bungkam seribu bahasa mengenai formasi bertempur timnya untuk menghadapi Portugal di Neurenberg, dinihari nanti, 26/6/2006. Meskipun dicecar pers Belanda, Van Basten tak bergeming, "Kalian tak perlu tahu semua!"Tapi menghadapi karakteristik dan material tempur yang dimiliki Portugal, Van Basten kemungkinan besar tidak akan menurunkan tim sebelumnya. Bakal terjadi sebuah revolusi. Soalnya dari tiga pertarungan sebelumnya, petempur sekaliber Van Nistelrooy ternyata mandul, performanya kurang memuaskan. Dari 3 pertempuran, dia hanya menyetor 1 gol rampasan. Ini terlalu sedikit.Menghadapi Portugal, kemandulan seperti ini sangat berbahaya. Jika sampai dipaksa bermain remis dan harus adu penalti, Belanda akan menjadi the sitting duck, tak berdaya digempur barisan jago tembak Portugal. Apalagi per tradisi, Belanda sering gagal menentukan kemenangan dari titik sebelas meter. Seperti ada kutukan di titik putih itu.Opsinya hanya ada satu: kemenangan harus direbut di lapangan. Persoalannya, Portugal memiliki karakteristik bermain mirip copy-paste sepakbola menyerang Belanda. Trio lini tengah mereka, Maniche-Deco-Costinha tangguh seperti mesin diesel. Lini belakangnya beken sebagai algojo berdarah dingin dan sangat kompak. Sementara di depan ada Cristiano Ronaldo, Pauleta dan Figo, yang amat mematikan terutama dalam serangan balik.Catatan statistik pun cukup menyiratkan. Dari 9 kali pertempuran, Portugal tercatat 5 kali berjaya, 3 kali remis dan hanya sekali kalah dari Belanda. Meskipun hukum sepakbola mirip dunia bursa, catatan di masa lalu bukan garansi di masa depan, namun itu menjadi sebuah sinyal gawat untuk dicari jawab.Lalu, jika Van Nistelrooy dipinggirkan, siapa yang bisa menjadi alternatif? Seharusnya Klaas Jan Huntelaar, bomber belia Ajax yang mengantarkan Belanda juara Piala Eropa 2006 U-21, awal Juni lalu. Tapi, Van Basten ketika itu amat yakin pada ketajaman Van Nistelrooy. Kini setelah terbukti sebaliknya, maka harapan hanya tinggal pada eksekutor Feyenoord, Dirk Kuyt. Kuyt adalah tipe pemain 'babi buta' mirip dalam makna sebenarnya. Orang pesisir di Pekalongan mungkin menyebutnya tipe banteng ketaton (banteng terluka). Ia rajin menjelajah. Menyerang tak kenal lelah, bertahan pun tak tahu bosan. Kontrol bolanya lebih lengket dibandingkan Van Nistelrooy. Bersama Robben dan Van Persie, lini depan Belanda ini bakal bakal menguras tenaga bek Portugal, yang rentang usianya cukup tua: 28-36 tahun. Dalam posisi menekan dengan tempo tinggi, trio depan Belanda ini bisa sekejam singa lapar tiga bulan.Untuk lini belakang Belanda sudah tidak ada kekhawatiran. Ketika lini depan dan tengahnya bobol saat menghadapi Pantai Gading dan Argentina, lini belakang Oranje ini terbukti lolos uji. Polesan taktik grendel Van Basten, hasil pengalamannya di Italia, mampu memblok berbagai varian serangan, setangguh Dam membendung terjangan air Laut Utara.Tinggal lini tengah yang cukup menyisakan gundah. Siapa yang bisa meredam invasi Maniche-Deco-Costinha? Van Bommel, kawan Deco di Barcelona? Nampaknya tidak. Van Bommel terlalu kaku dan keteteran menghadapi tipe lawan yang liat dan gesit seperti Deco. Tipikal yang kira-kira pas untuk meladeni Maniche-Deco-Costinha adalah Sneijder-Van der Vaart-Cocu. Posisi Sneijder setengah defender, menjadi palang pertama sebelum lawan mencapai lini pertahanan, sekaligus skakelar untuk menyerang balik dengan passing-nya yang akurat. Cocu menjadi kontroler dan kondensator serangan. Sementara Van der Vaart adalah master di ruang sempit dan ketat. Sayangnya, kondisi fisiknya belum 100 persen menyetarai performa rutinnya di Hamburger SV.Di lini belakang, bek-bek murni kemungkinan juga akan dipinggirkan. Jika ini dilakukan, berarti Van Basten mengikuti jejak Johan Cruijff, sang guru sekaligus penegak mazhab totaal voetbal. Pada era keemasan Barcelona, Cruijff sebagai pelatih pernah menebarkan taktik bermain dengan tanpa seorang pun bek atau peremuk serangan.Sebagai gantinya Van Basten akan memasang bek-bek penyerang, mirip barisan artileri dalam perang militer. Toh sesuai filosofi totaal voetbal, tim Belanda ini pada prinsipnya memiliki 11 bek. Barisan 'bek menyerang' ini terutama lebih dibebani tugas menghujani tembakan jarak jauh dengan umpan-umpan jitu ke lini depan. Secara bebas ini bisa diterjemahkan sebagai counter atas counter. Taktik ini bisa meremukkan Portugal dan membuat Deco cs bisa tak berguna alias kurang efektif. Siapkan teh dan kopi ternikmat, agar anda tidak bablas tertidur pulas. Duel ini terlalu sayang untuk dilewatkan!Perkiraan susunan pemainBelanda: (kiper) Van der Sar; (belakang) Van Bronckhorst, Mathijsen, Ooijer, Heitinga; (tengah) Cocu, Sneijder, Van der Vaart; (depan) Robben, Kuyt, Van PersiePortugal: (kiper) Ricardo; (belakang) Valente, Carvalho, Meira, Miguel; (tengah) Maniche, Deco, Costinha; (depan) Ronaldo, Pauleta, Figo Foto: Dirk Kuyt (kiri) dan Arjen Robben. Wakili generasi pemain muda Belanda. (AFP/Francois-Xavier Marit) (es/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads