Clean-Sheet Tak Jamin Kesuksesan
Selasa, 27 Jun 2006 06:36 WIB
Cologne - Swiss mungkin tim paling sial di Piala Dunia 2006. Berhasil mempertahankan clean-sheet dalam empat pertandingan, Alexander Frei cs tersingkir karena kalah adu penalti di babak 16 besar. Sebelum dikalahkan Ukraina lewat adu penalti (0-3) di Cologne, Selasa (27/6/2006) dinihari WIB, gawang Pascal Zuberbuhler memang belum pernah kebobolan. Imbang 0-0 melawan Prancis, disusul kemenangan 2-0 masing-masing atas Togo dan Korea Selatan membuat skuad Koebi Kuhn mencatat prestasi ciamik sebagai satu-satunya tim yang tidak kebobolan di babak penyisihan grup. Prestasi itu berhasil dipertahankan Swiss saat meladeni Ukraina di babak 16 besar. Selama 120 menit permainan, gawang Zuberbuhler tetap "perawan". Tetapi Zuberbuhler akhirnya harus memugut bola dari gawangnya karena saat adu penalti gawangnya bobol karena tendangan Artem Milevski. Yang menyedihkan setelah itu kiper bernomor punggung satu ini kebobolan dua gol secara berturut-turut dan harus menerima timnya tersingkir dari turnamen ini. "Ini betul-betul membuat frustasi," kata Zuberbuhler, yang hanya mampu mengeblok Andriy Shevchenko pada adu penalti, seperti dikutip Soccernet. "Padahal kami tidak kebobolan dalam empat partai, tetapi kami harus pulang," tambahnya. Ironisnya, prestasi tidak kebobolan dalam empat partai pertandingan dibarengi dengan "prestasi" sebagai tim pertama yang tidak mampu mencetak gol dalam adu penalti di Piala Dunia. Pada adu penalti melawan Ukraina, tiga penendang yang disiapkan Kuhn yakni Marco Steller, Ricardo Cabanas dan Tranquillo Barnetta gagal menjaringkan bola ke gawang Alexandr Shovkovskiy. "Adu penalti adalah masalah nyali," kata Kuhn. "Pagi ini (kemarin WIB) kami telah berlatih penalti dan semua pemain berhasil mencetak gol dari berbagai penjuru. Tapi malam ini (dini hari WIB) nyali kami tidak tampak," tambahnya. "Ini adalah kekalahan yang sangat tragis. Kalah dengan cara seperti ini sangat menyedihkan tetapi sepakbola tidak selalu berakhir fair," tukas bek Ludovic Magnin. Dengan demikian untuk kesekian kalinya Swiss gagal beranjak dari babak 16 besar dalam empat Piala Dunia (PD) terkahir. Pada PD 1996 di AS, Swiss lolos ke perdelapan final namun dihentikan Spanyol 3-0. Sementara pada PD 1998 dan 2002, negara ini tidak lolos ke putaran final. Pencapaian terbaik Swiss adalah perempat final di PD 1934, 1938 dan 1954. Foto: Ludovic Magnin (kiri) dan Tranquillo Barnetta (kanan) berangkulan sambil menahan tangis setelah Swiss tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2006 karena kalah adu penalti (AFP) (mel/)











































