Ukraina, Kuda Hitam yang Tersisa
Kamis, 29 Jun 2006 07:02 WIB
Jakarta - Dari beberapa tim kuda hitam, tinggal Ukraina yang kini masih berlari. Namun berapa lama lagi kuda dari Eropa timur itu bisa bertahan di tengah himpitan raksasa Eropa dan dua penguasa latin?Tak seperti empat tahun silam, Piala Dunia 2006 ini hanya menyisakan satu kontestan non unggulan yang melaju sampai babak perempatfinal. Kerberhasilan Adriy Shevchenko menyingkirkan Swiss membawa mereka melangkah ke babak delapan besar di debut Piala Dunianya.Ini memang sangat jauh berbeda dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Di Korea-Jepang, memasuki babak perempatfinal ada empat tim tak diunggulkan yang masih berdiri menantang kekuatan lama macam Brasil, Jerman dan Spanyol. Empat tahun lalu Korea Selatan, Amerika Serikat, Turki dan Senegal mampu melangkah jauh ke putaran ketiga setelah sebelumnya menyingkirkan negara yang justru lebih sering menjadi langganan Piala Dunia. Tuan rumah malah melanjutkannya ke babak semifinal sebelum tumbang di kaki Michael Ballack, pun Turki yang harus menyerah juga dari gol tunggal Ronaldo di babak empat besar.Namun fenomena tersebut ternyata tak terulang tahun ini. Beberapa tim yang digadang-gadang menjadi kuda hitam justru meringkik tak berdaya di fase grup. Pantai Ganding masih terlalu muda buat Belanda dan Argentina di grup C. Sementara Korea Selatan dan Amerika Serikat gagal total di fase grup, Republik Ceko pun setali tiga uang dengan rekan-rekannya.Australia, Ekuador dan Ghana sempat mencuatkan kembali peluang bakal munculnya kuda hitam yang benar-benar tangguh. Namun nyatanya tak ada kejutan yang tersisa dari tiga laga di babak perdelapanfinal.Tinggalah Ukraina yang melenggang sendirian di antara raksasa sepakbola dunia. Syok terapi kekalahan 0-4 dari Spanyol di laga pertama ternyata menjadi pelajaran berharga buat pasukan Oleg Blokhin. Bangkit dari keterpurukan, Ukraina balik menggunduli Arab Saudi 4-0 sebelum menutup pertarungannya di grup H dengan kemenangan 1-0 atas Tunisia.Lalu sejauh apa Ukraina bakal terus melangkah? Beberapa kuda hitam memang sempat bisa berbicara banyak di Piala Dunia walau tak pernah ada yang sampai jadi juara. Selain Korea Selatan di tahun 2002, Kroasia di Prancis 1998 adalah pencapaian terbaik negara berstatus non unggulan -- yang juga saat itu juga menjadi debutan. Davor Suker dkk mengejutkan dunia dengan menempati posisi ketiga.So pencapaian maksimal Ukraina pun diprediksikan hanya sampai babak semifinal. Italia memang akan menjadi lawan berat mereka di perempatfinal. Namun melihat penampilan Azzurri saat mengandaskan Australia, peluang Ukraina untuk lolos masih terbilang besar."Italia akan sangat sulit dikalahkan, tapi kami percaya kalau kami bisa menghasilkan kejutan. Italia sudah tiga kali menjadi juara dan semua yang mereka punya selangkah lebih baik, tapi saya tegaskan kalau kesmpatan masih kami miliki," sahut Sheva mengomentari peluang timnya.Jika berhasil lolos dari hadangan Italia, Jerman atau Argentina akan menghadang langkah Ukraina di babak semifinal. Sangat sulit buat Ukraina untuk melewati tantangan yang satu ini. Jerman dan Argentina adalah salah satu tim dengan produktivitas dan lini pertahanan terbaik hingga babak perempatfinal.Jadi posisi tiga atau empat sepertinya tidak akan menjadi pencapaian yang buruk buat negara pecahan Uni Soviet itu. (din/)











































