Dulu Final, Kini Perempatfinal

Jelang Jerman vs Argentina

Dulu Final, Kini Perempatfinal

- Sepakbola
Kamis, 29 Jun 2006 10:38 WIB
Dulu Final, Kini Perempatfinal
Jakarta - Jerman dan Argentina telah bertemu empat kali di ajang Piala Dunia. Dua yang paling penting terjadi di final 1986 dan 1990. Kali ini mereka sudah harus saling tikam di babak perempatfinal.Tim Panzer dan Tim Tango bertemu di Berlin, Jumat (30/6/2006) malam, untuk memperebutkan satu tiket ke semifinal, untuk selanjutnya bertemu Italia atau Ukraina.Pada pertandingan tersebut akan terjadi dual dua bintang muda masing-masing tim, yakni Lukas Podolski dan Lionel Messi. Mereka pasti akan menorehkan sejarahnya sendiri, tapi tidak terlibat pada sejarah dua final Piala Dunia yang menguatkan rivalitas negara masing-masing.Messi, yang baru menginjak 19 tahun, bahkan belum lahir ketika Diego Maradona memimpin Argentina mengalahkan Jerman (Barat) 3-2 di final Meksiko 1986. "Aku melihat gol-gol itu dari video," ujar forward klub Barcelona itu.Sementara Podolski, 24, tidak punya koleksi video pertandingan tersebut. Tapi ia sudah cukup mengerti sepakbola karena umurnya waktu itu enam tahun. Demikian pula tatkala Jerman membalas kekalahan itu empat tahun kemudian di Italia dengan skor 1-0.Pada 29 Juni 1986, disaksikan 114.600 penonton di Azteca Stadium, Mexico City, Argentina unggul 2-0 lebih dulu lewat gol Jose Luis Brown dan Jorge Valdano. Namun Jerman, yang terkenal lambat panas, mampu menyamakan kedudukan di 10 menit terakhir melalui Karl-Heinz Rummenigge dan Rudi Voeller.Di menit 88 Maradona, yang di perempatfinal mengalahkan Inggris 2-0 lewat gol "Tangan Tuhan" dan gol spektakulernya, mengirim umpan terobosan luar biasa kepada Jorge Burruchaga, yang berlari beberapa belas meter dan berhasil menjebol gawang Harald Toni Schumacher. Argentina dan Maradona juara.Empat tahun kemudian Argentina kembali lolos ke final dan bertemu lagi dengan Jerman. Berbeda dengan di Meksiko, final kali itu yang digelar di Roma menghadirkan salah satu partai final terburuk dan paling membosankan dalam sejarah.Pada saat lagu kebangsaan diperdengarkan, sebagian fans Italia mencemooh pihak Argentina karena mereka-lah yang menyingkirkan skuad Azzurri di babak semifinal. Maradona pun dikecam karena ikut membidani kemenangan Argentina atas negara yang ia mencari nafkah di dalamnya. Hanya tifosi Napoli yang tidak membenci sang maestro ketika itu.Dua kartu merah dilayangkan wasit kepada dua pemain Argentina yaitu Pedro Monzon (menit 65) dan Gustavo Dezotti (87). Jerman menang tipis 1-0 lewat gol penalti Andreas Brehme di menit 85.Kapten Lothar Matthaeus lalu mengangkat tinggi-tinggi tropi Piala Dunia, sementara Maradona menangis tersedu-sedu, berkali-kali kepalanya lunglai di bahu rekan-rekannya. Pertandingan besok belum memperebutkan tropi yang sama, tapi sorak sorai kemenangan atau airmata kesedihan sudah pasti akan campur aduk di lapangan rumput. (a2s/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads