Jelang Jerman vs Italia
Adu Penalti, Momok Italia
Senin, 03 Jul 2006 07:45 WIB
Jakarta - Meskipun Jerman berposisi sebagai tuan rumah, Italia tetap memiliki kans memenangkan semifinal. Syaratnya Fabio Cannavaro cs mencetak gol lebih banyak dan menghindari adu penalti. Ada apa dengan adu penalti? Well, tengoklah statistik berikut. Italia dalam sejarahnya melakoni adu penalti belum pernah sekalipun keluar sebagai pemenang. Pada percobaan pertama di semifinal Piala Dunia 1990 melawan Argentina, Italia kalah 3-4 (1-1). Pada percobaan kedua di final Piala Dunia 1994, Franco Baresi dan Roberto Baggio gagal melesakkan adu penalti hingga Italia juga kalah 2-3 (0-0) dari Brasil. Terakhir, pada perdelapan final Prancis 1998, Azzurri kalah 3-4 (0-0) dari tuan rumah. Rekor memasukan-kemasukan Italia pada adu penalti juga buruk yakni 8-11. Hanya Inggris yang punya rekor sama buruknya dengan Italia dalam hal adu penalti di Piala Dunia. The Three Lions juga sudah kalah tiga kali, dimana yang terakhir adalah di perempat final beberapa hari lalu atas Portugal. Jika Italia punya rekor buruk dalam adu penalti, maka lawannya di semifinal yang digelar Rabu (5/7/2006) dinihari WIB, punya reputasi sebaliknya. Jerman adalah rajanya adu penalti. Kemenangan adu penalti atas Argentina di perempat final lalu mengukuhkan mereka tim yang tidak terkalahkan jika dihadapkan pada adu tos-tosan. Empat kemenangan lewat adu penalti melampaui rekor tiga kemenangan Argentina. Rekor adu penalti mereka pun cukup fantastis yakni 17-10. Melihat statistik tersebut, ditambah posisinya sebagai tuan rumah, tidak heran jika Jerman, lebih diunggulkan bahkan jika adu penalti dilakukan untuk menentukan pemenang pertandingan. Bagaimana kans Italia? Tetap terbuka. Namun para fans Italia tentunya berharap adu penalti tidak harus menjadi penentu pertandingan sarat gengsi ini. Foto: Salah satu kegagalan penalti Italia yang sangat terkenal adalah di Piala Dunia 1994. Roberto Baggio menyerahkan gelar juara dunia ke tangan Brasil setelah penaltinya melenceng di atas mistar Claudio Taffarel (AFP/Chris Wilkins) (mel/)











































