Roma "Meledak" Sambut Kedatangan Azzurri
Selasa, 11 Jul 2006 03:05 WIB
Roma - Gelar kehormatan, jutaan warga yang turun ke jalan sampai atraksi pesawat tempur. Kota Roma seakan meledak saat skuad Italia pulang ke rumah membawa tropi Piala Dunia.Diberitakan Yahoosports, Selasa (10/7/2006), kota Roma seakan-akan meledak menyambut kedatangan pahlawan mereka yang baru menjalani pertempuran dasyat di Jerman. Ratusan ribu bahkan jutaan orang diperkirakan turun ke jalan-jalan kota Roma dari berbagai kota demi menyaksikan kedatangan Gli AzzurriMendarat di pangkalan udara militer Pratica di Mare di sebelah utara kota Roma, Fabio Cannavaro dkk sudah mendapat sambutan ekstra hangat saat memunculkan wajahnya dari kabin pesawat. Ya, disekitar bandara saja ratusan orang sudah menunggu tak sabar melihat pemain kesayangannya datang membawa tropi yang terakhir menginjak bumi Italia 24 tahun silam itu.Masih di bandara, pasukan Marcello Lippi juga disambut atraksi pesawat tempur. Sembilan jet melintas diatas bandara sambil mengeluarkan asap berwarna hijau, putih dan merah yang merupakan warna bendera Italia."Menjuarai Piala Dunia mungkin hanya terjadi sekali seumur hidup. Kami datang karena saat ini kami baru berusia 20 tahun dan tak menyaksikan Piala Dunia 1982," sahut Manuel De Paolis, 19, salah seorang fans Italia yang menunggu di bandara.Sambutan itu tak berakhir di bandara. Dalam perjalanannya menuju pusat kota Roma untuk menemui Presiden Georgio Napolitano dan Perdana Mentri Roman Prodi, semua kendaraan berhenti di tengah jalan demi melihat iring-iringan bis tanpa atap yang ditumpangi pasukan Gli Azzurri.Presiden Napolitano rencananya akan menganugrahi seluruh skuad Italia di Piala Dunia 2006 dengan gelar kehormatan "Merit Order of The Republic".Jumlah konsentrasi massa terbesar terdapat di Circus Maximus, dimana diperkirakan jutaan orang dari penjuru Italia akan datang untuk mengelu-elukan kemenangan atas Prancis di final Piala Dunia 24 jam sebelumnya. Mungkin merasa sangat gembira bisa membalaskan kekalahan atas Prancis di final Euro 2000, beberapa fans menggusung sebuah peti mati yang ditutupi bendera Prancis."Ini adalah sebuah kemenangan besar. Senua orang sepertinya menentang kami tapi kami tetap melaju. Viva Italia!," ujar Mauro Cucucci dari atas Vespa-nya di tengah persimpangan jalan di tengah kota Roma."Saya tak tahu apakah ini surga ketujuh atau surga keenam, tapi semua terasa begitu tinggi di sini," sahut Lippi beberapa saat sebelum pesawatnya mendarat. (din/)











































