Zidane Jaga Kotak Pandora?

Zidane Jaga Kotak Pandora?

- Sepakbola
Kamis, 13 Jul 2006 12:20 WIB
Zidane Jaga Kotak Pandora?
Jakarta - Zinedine Zidane sudah mengakhiri kebisuannya, namun tetap provokasi Marco Materazzi masih rahasia. Begitu jahatkah, hingga Zidane seakan ingin agar Kotak Pandora tetap tertutup?Menilai dengan ketulusan, dalam pernyataannya di Paris, Kamis (13/7/2006) Zidane mengaku salah dan meminta maaf. Tidak ada pembenaran untuk melakukan kesalahan karena kesalahan lain.Dengan pengakuan ini, jelas Zidane berisiko menerima hukuman tambahan dari FIFA. Pesiden FIFA Sepp Blatter sebelumnya menyebutkan, Golden Ball milik mantan kapten Prancis itu bisa dicabut. Suatu hal menyakitkan bagi seorang profesional yang ingin memiliki cenderamata indah di penghujung karirnya.Namun Zidane punya prinsip. Pria 34 tahun itu tidak membantah akan kembali melakukan "tandukan", jika dirinya mendapat hinaan serupa. Baginya, harga diri lebih penting. "Beberapa kata-kata bisa lebih sulit didengarkan daripada perbuatan. Lebih baik wajahku yang dipukul ketimbang mendengar hal itu," katanya.Apapun yang dikatakan Zidane, akan menjadi pertimbangan FIFA untuk membuat keputusan. Selain mengakui kesalahan, dengan tegas peraih tiga kali penghargaan Pemain Terbaik FIFA itu meminta FIFA juga menghukum Materazzi. "Tindakanku memang salah, tetapi pelaku kejahatan yang sebenarnya adalah orang yang memprovokasi."Dalam dua hari terakhir, beredar terjemahan ahli pembaca gerak bibir, yang hasilnya sangat mengejutkan. Reaksi yang ditimbulkan pun cukup luas. Presiden Aljazair langsung mengirimkan surat bernada dukungan. Publik dan media-media Prancis tetap menganggapnya pahlawan. Sponsor seperti Adidas yang biasanya sensitif dengan masalah fair play, kali ini bahkan dengan tegas menyatakan dukungannya dan tidak akan membatalkan kontrak.Apa sebenarnya kejahatan Materazzi, hanya dua pribadi yang tahu. Pertanyaannya, jika ingin membela diri, mengapa Zidane tidak menirukan perkataan Materazzi, atau setidaknya menyebut kata-kata sensitif yang membuatnya kehilangan kendali? Apakah kata-kata Materazzi benar-benar penuh dengan setan, hingga Zidane begitu keukeuh agar Kotak Pandora tetap tertutup?Kembali hanya Zidane yang punya jawaban. Jika benar apa yang dimengerti oleh ahli pembaca gerak bibir, bisa dibayangkan sakit yang rasakannya, juga orang terdekat. Malah, saat ini ratusan juta orang pun sudah merasakannya.FIFA akan membuat keputusan dalam sepekan ini. Apapun itu, yang pasti tindakan Zidane akan terus dikenang sepanjang sejarah sepakbola. Inilah momentum paling manusiawi dalam melawan rasisme dan hipokrasi.Zidane tidak lagi hanya seorang legenda sepakbola yang dipuji publik. Lebih dari itu, Zidane adalah seorang yang memiliki integritas, tidak menjual dirinya untuk sebuah Piala Emas, Bola Emas atau uang, dan membuat sepakbola sebagai tempat yang nyaman bagi siapa pun yang ingin hidup di dalamnya. (lom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads