Italia Marah, FIFA Bergeming

Hukuman Materazzi

Italia Marah, FIFA Bergeming

- Sepakbola
Sabtu, 22 Jul 2006 05:58 WIB
Italia Marah, FIFA Bergeming
Roma - Larangan dua pertandingan yang dijatuhkan FIFA kepada Marco Materazzi atas kasus tandukan Zinedine Zidane di final Piala Dunia 2006 mengundang kecaman di Italia. Namun FIFA bergeming. Larangan dua pertandingan plus denda 3,100 euro buat bek tengah Azzurri itu dan "hanya" tiga pertandingan untuk Zidane menjadi pembahasan media-media Italia. Sebagian besar sepakat menyatakan satu suara yakni kecewa. Gazetta dello sport membuat judul "Zidane-Materazzi 3-2, Italia Marah Besar" pada headline-nya, menyusul perbedaan hukuman yang tidak jauh berbeda antara Materazzi dengan Zidane. Corriere dello Sport menyebut keputusan itu sebagai keputusan yang "memberikan hadiah pada tindak kekerasan." Sementara Republica dalam beritanya mengatakan bahwa hukuman tersebut sangat mengherankan karena selama ini "tidak ada hukum yang bisa menjustifikasi provokasi dan reaksi dalam level yang sama."Media di negeri piza menyuarakan pesan hampir seluruh elemen olahraga Italia. Mantan kapten timnas Italia, Paolo Maldini, misalnya, menyebut keputusan itu tendensius. "Adalah sebuah skandal jika seseorang dihukum karena kata-katanya," kecam Maldini seperti dilansir Channel4, Sabtu (22/7/2006). "Saya yakin hukuman dijatuhkan karena ia (Materazzi) adalah orang Italia dan mereka ingin menjustifikasi perbuatan seorang juara dunia (Zidane) yang berbuat kesalahan," tukas pemain AC Milan ini. Pendapat Maldini senada dengan Presiden Inter, Giacinto Facchetti. Namun ia mengkritik dengan bahasa yang lebih halus. "Meski saya sangat menghormati FIFA, tapi saya ingin menekankan kalau telah terjadi penalti yang tidak proporsional buat Materazzi dan pemain Prancis itu (Zidane) atau dalam hal ini hukuman untuk yang memprovokasi sebuah reaksi dan yang bereaksi." Yang justru beraksi keras adalah Menteri Olahraga Italia, Giovanna Melandri. Secara terang-terangan menuding otoritas sepakbola dunia itu telah melakukan perbuatan diskriminatif. "Orang-orang yang menyaksikan upacara (penyerahan piala dunia) dan mendengar keputusan kemarin bisa melihat bahwa terjadi diskriminasi terhadap Italia," tukasnya. Memang pada upacara penyerahan piala, tidak seperti biasanya, Presiden FIFA bukan menjadi pihak yang memberikan piala melainkan memberikan kesempatan itu kepada Presiden UEFA. Alasan yang dipakai Sepp Blatter ketika itu adalah karena kedua finalis berasal dari "benua biru" hingga ia melihat Kenneth Johannsen lebih pantas menyerahkan piala tersebut.Sementara FIFA bergeming menghadapi kecaman dari kubu Italia. "Siapa saja yang terbukti menghina orang lain, terlebih dengan memakai kata-kata atau bahasa tubuh yang sifatnya rasis, akan dijatuhi hukuman.""Apabila yang menghina itu pemain, ia bisa terkena larangan bermain dua kali. Kalau ofisial, hukumannya malah bisa empat kali," demikian FIFA dalam pernyataan resminya seperti dikutip AFP.Meski mengecam habis-habisan, Italia tetap menerima keputusan FIFA dan tidak akan mengajukan banding. Materazzi bakal absen pada dua partai kualifikasi Euro 2008 masing-masing melawan Lithuania dan Prancis. (mel/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads