FIFA Tepis Isu Diskriminasi

Kasus Zidane-Materazzi

FIFA Tepis Isu Diskriminasi

- Sepakbola
Minggu, 23 Jul 2006 14:14 WIB
FIFA Tepis Isu Diskriminasi
Zurich - Pasca keputusan Komite Disiplin FIFA soal hukuman bagi Zinedine Zidane dan Marco Materazzi, FIFA diserang isu diskriminasi. Namun hal itu langsung dibantah keras oleh FIFA.Hasil keputusan komdis FIFA tentang kasus tandukan Zidane terhadap Materazzi berbuah hukuman untuk dua pemain itu. Zidane dilarang tampil dalam tiga pertandingan internasional dan denda 7.500 franc swiss atau sekitar Rp 55 juta.Ia dinyatakan bersalah karena menanduk lawan adalah tindakan yang tidak dibenarkan, apapun alasannya. Zidane menyeruduk Materazzi hingga jatuh menjelang akhir babak perpanjangan waktu duel Prancis versus Italia, yang mengakibatkan dirinya diganjar kartu merah oleh wasit.Sementara itu Materazzi juga diberi sanksi berupa skorsing dua pertandingan plus denda 5.000 franc swiss (Rp 36,7 juta). Kesalahannya atas nyata-nyata memprovokasi Zidane dengan ucapan yang tidak enak didengar.Adalah publik Italia ramai-ramai mengecam keras vonis yang dibuat komdis FIFA tersebut. Bahkan, Menteri Olahraga Italia, Giovanna Melandri, menuduh FIFA telah bertindak diskriminasi terhadap Italia.Berusaha menjernihkan situasi. FIFA membuat pernyataan yang pada intinya mendukung penuh keputusan Komite Disiplin tersebut dan tak ada diskriminasi di dalamnya mengingat putusan tersebut telah sesuai dengan aturan yang berlaku sebagaimana dinyatakan dalam Artikel 54."Barang siapa yang menghina orang lain dengan cara apapun, terutama dengan melakukan isyarat atau kalimat yang menyerang, ia akan diberi hukuman dilarang bertanding.""Jika yang melakukan penghinaan itu seorang pemain, maka ia akan dihukum larangan bertanding minimal dua pertandingan. Dam jika yang melakukan penghinaan itu seorang ofisial tim, maka ia akan dihukum tidak boleh mendampingi tim minimal empat partai," demikian isi peraturan itu. FIFA pun menegaskan setiap kasus yang terjadi tetap menjadi perhatian mereka. Dan dalam membuat keputusan tak ada perbedaan, tetap berdasar aturan yang berlaku. "Jika kami memutuskan untuk melakukan investigasi, maka Komite Disiplin akan memberikan kesempatan kepada kedua belah pihak untuk memberikan keterangan atau pernyataannya, persis seperti apa yang telah kami kerjakan dalam kasus Zidane," tegas FIFA dalam situs resminya. (erk/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads