Dipecat oleh PSSI pengurus baru hasil Kongres 9 Juli pada hari Rabu (13/7) lalu, Riedl mengaku tidak akan mempersoalkannya. Buatnya, pemecatan adalah hal yang biasa terjadi dalam sepakbola.
Namun ia pun menjelaskan bahwa dirinya dikontrak secara resmi oleh PSSI, bukan kontrak pribadi dengan Nirwan Bakrie, sebagaimana disebutkan oleh ketua umum Djohar Arifin sebagai alasan pemecatan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanya apakah dirinya didepak karena sampai sebelum Kongres masih belum menunjukkan isyarat untuk memanggil pemain-pemain dari Liga Primer Indonesia (LPI) ke dalam timnas, ia dengan cepat menjawab, "Yes."
Saat ditanya kenapa, ia mengatakan, “Saya menuruti apa kata bos saya, dan bos saya adalah PSSI, ketua umum dan wakil ketua umum. Ia menambahkan, konteks ucapannya itu adalah sampai sebelum Djohar terpilih, dan LPI dinyatakan secara resmi diurus PSSI.
Lebih spesifik lagi ia bahkan menyebut pemecatan dirinya sebagai keputusan politik olahraga, dan dua sosok yang selama ini dikenal "bertarung".
"Ini sport political decision. Saya korban pertarungan PSSI lama dan PSSI baru. Oh bukan, saya ini korban Mr. Bakrie versus Panigoro," sergahnya.
(a2s/a2s)











































