Hina Erick Thohir, Presiden Sampdoria Dihukum

Hina Erick Thohir, Presiden Sampdoria Dihukum

- Sepakbola
Selasa, 16 Des 2014 07:15 WIB
Hina Erick Thohir, Presiden Sampdoria Dihukum
Getty Images/Giuseppe Bellini
Roma -

Presiden Sampdoria, Massimo Ferrero, harus menerima konsekuensi atas ucapannya yang dianggap sebagai hinaan untuk Presiden Inter Milan, Erick Thohir. Ferrero dijatuhi hukuman skorsing dan denda.

Masalah bermula ketika Ferrero diwawancara oleh stasiun televisi RAI pada bulan Oktober lalu. Salah satu topik dalam wawancara itu adalah soal keputusan Massimo Moratti mengundurkan diri dari jabatan Presiden Kehormatan Inter. Moratti kabarnya mundur karena berbeda pendapat dengan Erick.

"Moratti adalah orang hebat dan tampaknya tidak adil dia diperlakukan seperti ini karena dia sudah memberikan begitu banyak hal untuk sepakbola Italia," ujar Ferrero saat itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sangat sedih untuknya. Saya bilang ke dia: Depak saja orang Filipina itu," katanya.

Presenter TV RAI kemudian mengingatkan Ferrero bahwa Erick adalah orang Indonesia. Mendengar hal ini, Ferrero menjawab: "Jangan bela dia. Dia telah menghina simbol sepakbola Italia," katanya.

Tak lama setelah mengucapkan pernyataan kontroversial itu, Ferrero meminta maaf kepada Erick, Inter, dan orang Filipina.

Meski sudah meminta maaf, Ferrero tak bisa lepas dari hukuman Federasi Sepakbola Italia (FIGC). FIGC menjatuhkan skorsing tiga bulan untuknya plus denda 10.000 euro (sekitar 160 juta). Adapun Sampdoria didenda 35.000 euro (sekitar Rp 560 juta).



(mfi/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads