Pertandingan yang berlangsung di Emirates Stadium, Sabtu (23/12/2017) dinihari WIB sempat terlihat akan berjalan satu arah. Liverpool yang unggul di menit ke-26 lewat Philippe Coutinho tampil lebih trengginas sepanjang babak pertama.
Tim tamu bahkan memperbesar keunggulan di menit ke-52 dan membungkam suporter tuan rumah. Namun kemudian Arsenal menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepakan jarak jauh Granit Xhaka di menit ke-56 menyamakan kedudukan, lalu sontekan Mesut Oezil pada menit ke-58 membawa tuan rumah unggul. Emirates Stadium kembali 'hidup'.
Tapi Liverpool berhasil keluar dari tekanan dan menyamakan kedudukan di menit ke-71 melalui sepakan Roberto Firmino, yang menjadi gol terakhir di laga ini. Bisa dibilang, pertahanan buruk kedua tim memberikan hiburan tersendiri untuk penonton netral.
Momen dramatis pertandingan ini terjadi saat Arsenal membalikkan keadaan dari tertinggal ke memimpin. Dari mulai kebobolan gol Salah pada menit ke-52 sampai Oezil mencetak gol ketiga mereka, tercatat hanya ada jarak 388 detik alias 6 menit 28 detik.
Momen inilah yang menghidupkan kembali atmosfer pertandingan, mengingat sebelumnya Arsenal sempat terlihat tak punya peluang dengan tertinggal 0-2.
Khusus untuk Liverpool, sejak ditangani Juergen Klopp mulai Oktober 2015 silam, mereka sudah terlibat dalam terjadinya 279 gol. Anak-anak Merseyside mencetak 174 gol dan kebobolan 105 gol, lebih banyak dari tim manapun di periode tersebut. (raw/cas)











































