Madura United menunjuk Milo sebagai pelatih baru pada Kamis (1/3/2018). Pelatih asal Bosnia itu menggantikan Gomes de Oliveira yang mengundurkan diri.
Milo langsung bekerja setelah diangkat sebagai pelatih baru Madura United. Dia langsung memimpin latihan tim barunya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di mata Milo, Madura United adalah tim dengan materi pemain yang komplet di semua lini. Dia menyebut Laskar Sape Kerrab seharusnya menjadi juara Liga 1 pada musim lalu.
"Madura harusnya jadi juara, ketika saya pelatih Arema. Madura tim yang bagus," tutur pelatih yang juga pernah menukangi Persiba Balikpapan itu.
Setelah melihat para pemainnya dalam sesi latihan, Milo akan mencoba meramu timnya agar bisa mengeluarkan potensi maksimal.
"Harus lebih bersatu dan harmonis. Tiap komponen di tim adalah pemain bintang. Kami akan bermain bagus dengan sentuhan-sentuhan pendek, harus bermain 100 persen untuk Madura. Saya ingin membuat tim ini lebih baik, saya akan jadi ayah untuk mereka, kita ingin jadi lebih baik daripada tim yang lain," ujar pria berusia 53 tahun itu.
Sementara itu, Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, mengungkapkan alasannya memilih Milo sebagai pengganti Gomes.
"Sebenarnya saya hanya ingin pelatih yang sudah pernah melatih di Indonesia. Sebelum saya memilih Milo, saya dihadapkan pada dua pilihan yakni Milo dan Dejan, sehingga saya diskusi bersama teman-teman. Dari itu teman-teman banyak mengusulkan Milo, jadi kami putuskan memilih Milo," ungkapnya.
Achsanul juga sudah berdiskusi dengan Milo soal karakter klubnya. Dia berharap Milo lekas menyesuaikan diri karena tak lama lagi kompetisi Liga 1 akan dimulai.
"Selama satu jam, kita diskusi dengan Milo, bagaimana karakter Madura, baik permainan, pemain, dan juga suporter. Saya juga sampaikan kepada Milo agar bisa memahami karena kami tidak punya waktu lagi. Saya rasa dalam waktu sepuluh hari bisa beradaptasi," katanya.
(mfi/nds)











































