sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 03 Agu 2020 09:00 WIB

Tangis Perpisahan Bonaventura dengan Milan

Putra Rusdi K - detikSport
MILAN, ITALY - AUGUST 01:  Giacomo Bonaventura of AC Milan in action during the Serie A match between AC Milan and Cagliari Calcio at Stadio Giuseppe Meazza on August 01, 2020 in Milan, Italy.  (Photo by Marco Luzzani/Getty Images) Giacomo Bonaventura dipastikan tak memperpanjang kontraknya di AC Milan (Foto: Getty Images/Marco Luzzani)
Milan -

Giacomo Bonaventura dipastikan meninggalkan AC Milan. Rossoneri bakal kehilangan gelandang serba bisa yang sangat berguna dalam beberapa musim terakhir.

Milan berhasil mengalahkan Cagliari 3-0 di san Siro pada pekan terakhir Serie A 2019/2020, Minggu (2/1/2020) dini hari WIB. Tiga gol kemenangan tuan rumah dibuat oleh bunuh diri Ragnar Klavan, Zlatan Ibrahimovic dan Samu Castillejo.

Namun, sesudah laga tersebut tak ada rona kebahagiaan di wajah Bonaventura. Ia menangis saat kakinya mulai beranjak meninggalkan San Siro.

Bonaventura menangis karena ini merupakan laga terakhirnya berkostum Rossoneri setelah mengabdi selama enam musim. Kontraknya yang tuntas akhir musim ini tak diperpanjang Il Diavolo.

Milan juga sudah mengucapkan terima kasih kepada gelandang berusia 30 tahun ini lewat akun Instagram resmi klub. Tangisan pemain yang akrab disapa Jack ini menunjukkan betapa besar cintanya kepada Milan.

[Gambas:Instagram]



Enam tahun lalu kala Bonaventura merapat Milan dari Atalanta pada 2014, tangis juga mengiringi langkahnya. Bedanya, Ia saat itu menangis bahagia usai menandatangani kontrak dengan Milan karena mimpinya menjadi kenyataan.

"Ketika Giacomo menandatanganinya, ia menangis," ujar agen Bonaventura kala itu, Giocondo Martorelli,dikutip dari ForzaItalianFootball.

"Bagi Giacomo bermain untuk Milan adalah mimpi."

Bonaventura memang bukan gelandang dengan skill individu kelas atas. Meski begitu, ia selalu bisa diandalkan Milan selama enam tahun terakhir, siapapun pelatihnya.

Kemampuan Bonaventura bermain di berbagai posisi menjadi kunci dirinya begitu berguna untuk Milan. Ia biasanya menjalankan peran sebagai Mezzalla (gelandang berorentasi menyerang) serta fasih bermain di sisi sayap.

Dikutip dari Transfermarkt, Bonaventura pernah bermain sebagai gelandang tengah, sayap kiri, sayap kanan, gelandang serang hingga second striker. Berkat kemampuan Versatile-nya tersebut, ia mampu mencatatkan 184 penampilan bersama Milan dengan torehan 35 gol dan 30 assist.

Namun di dua musim terakhir, karier Bonaventura di Milan terbilang berada di masa sulit. Pada musim 2018/2019, ia harus absen delapan bulan akibat cedera lutut.

Meski sudah pulih dari cedera, Bonaventura kesulitan jadi pilihan utama di skuad Milan musim ini. Hal tersebut tampaknya yang membuat Il Diavolo tak memperpanjang kontraknya.

Usai lepas dari Milan, Bonaventura dikabarkan akan bereuni dengan Filipo Inzaghi di Benevento yang musim ini promosi ke Serie A. Inzaghi sendiri merupakan sosok pelatih yang mendatangkan Bonaventura dari Atalanta ke Milan



Simak Video "Sah! AC Milan Pinjam Brahim Diaz dari Real Madrid"
[Gambas:Video 20detik]
(pur/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com