Pozzo, pria kelahiran Turin 2 Maret 1886 ini, mulai menangani Italia di tahun 1929. Lima tahun sesudah debutnya itu atau tepatnya 1934, Pozzo mengawali kiprahnya di Piala Dunia pertama yang dihelat di Italia. Tuan rumah dibawanya hingga ke final dan menjadi juara setelah mengalahkan Cekoslovakia 2-1.
Prestasi itu setidaknya menyelamatkan nyawa Pozzo karena rumornya jika ia tak mampu membawa Italia jadi juara, maka ia diancam dihukum gantung oleh penguasa saat itu, Benito Mussolini, yang beraliran fasis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tangan dingin Pozzo kembali ampuh saat mendampingi Italia di Piala Dunia 1938 yang bertempat di Prancis. Italia sukses mempertahankan titel juara dunianya setelah mengandaskan Hungaria dengan skor 4-2 di final. Andalan Pozzo saat itu adalah striker Silvio Piola yang tenar di Lazio dan Juventus.
Akhirnya Pozzo menuntaskan perjalanannya sebagai pelatih Italia pada 1948 dengan rekor 64 kemenangan, 17 seri dan 16 kekalahan. Prestasi lainnya adalah membawa Italia tak terkalahkan selama lima tahun, dari 1934 hingga 1939.
Setelah pengunduran dirinya itu, Pozzo tak banyak terdengar lagi sampai ia menghembuskan nafas terakhirnya di Ponderano pada umur 82 tahun.
Kini Marcello Lippi menjadi satu-satunya pelatih di Afrika Selatan nanti yang berkesempatan menyamai rekor Pozzo itu. Bisakah Lippi mempertahankan kesuksesan yang dikecapnya di Jerman 2006 itu?
(mrp/arp)











































