Sejak pertama kali digelar tahun 1930 hingga edisi terakhir kali tahun 2006, belum ada tuan rumah yang gagal melalui babak pertama.
Bahkan dalam 18 turnamen yang sudah dilangsungkan, tuan rumah enam kali keluar sebagai juara. Mereka adalah Uruguay (1930), Italia (1934), Inggris (1966), Jerman Barat (1974), Argentina (1978), dan Prancis (1998).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum edisi kali ini, Bafana-bafana dua kali tampil di World Cup masing-masing di tahun 1998 dan 2002. Ketika itu perjalanan mereka hanya sampai di babak pertama saja.
Di 1998, Pierre Issa dkk. finis ketiga di grup, di belakang Prancis dan Denmark. Mengoleksi dua poin hasil dua kali seri atas "Tim Dinamit" dan Arab Saudi, serta sekali kalah dari Les Bleus.
Sedangkan empat tahun setelahnya Benni McCarthy cs juga finis di posisi ketiga grup, namun berhasil memperbaiki catatannya: empat poin hasil sekali menang (1-0 atas Slovenia), sekali seri (2-2 dengan Paraguay), dan sekali kalah (2-3 dari Spanyol).
Untuk Piala Dunia 2010, mampukah Afrika Selatan bersaing dengan Prancis, Meksiko, dan Uruguay? Dukungan suporter, plus suara vuvuzuela yang "mengganggu" memang menjadi modal bagi Aaron Mokoena dkk. untuk tampil gemilang di negeri sendiri.
Tapi jangan hanya perhatikan faktor non-teknis. Pasalnya secara teknis di lapangan pun Afrika Selatan menunjukkan diri bisa kompetitif.
Tengok di Piala Konfederasi setahun silam, di tempat yang sama. Afrika Selatan berhasil menembus babak semifinal dan akhirnya menduduki tempat keempat.
Brasil yang menjadi lawan di babak empat besar hanya bisa menang 1-0 saja dan gol itu pun lahir di menit akhir laga.
Sementara itu Spanyol yang jadi lawan di perebutan tempat ketiga juga dipaksa berjuang hingga extra time sebelum La Furia Roja bisa menang 3-2.
Dalam dua Piala Dunia terakhir, tuan rumah berhasil melaju ke semifinal. Korea Selatan di tahun 2002 dan Jerman di tahun 2006. Kali ini, seberapa jauh kau melangkah, Bafana-bafana?
(nar/din)











































