Sebuah Harmoni di Kedai Kopi Piala Dunia

Sebuah Harmoni di Kedai Kopi Piala Dunia

- Sepakbola
Selasa, 15 Jun 2010 17:12 WIB
Sebuah Harmoni di Kedai Kopi Piala Dunia
Rustenburg - Berbagai manusia datang ke Benua Hitam untuk menikmati perhelatan sepakbola terbesar di jagat raya. Dan Piala Dunia pun bisa menyatukan semua orang, melahirkan solidaritas yang harmonis.

Sebuah cerita simpatik terjadi di Rustenburg. Mulanya Costas Kambouropoulos (71) ke Afsel untuk menonton pertandingan-pertandingan yang melibatkan Yunani dan AS. Walaupun berpaspor Yunani, ia sudah lama menetap di Florida, Amerika Serikat.

Usai pertandingan AS versus Inggris hari Sabtu (12/6/2010) lalu, ia dan anaknya berniat mengisi perut di sebuah kedai makanan. Hanya saja kedai yang mereka jumpai begitu sibuk karena pengunjung begitu banyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alih-alih minta dilayani dengan cepat, "insting" Kambouropoulos muncul. Dasarnya ia memang pengusaha restoran, ia malah membantu melayani tamu kedai tersebut, lantaran tak tega melihat jumlah pelayannya sangat tidak sebanding dengan jumlah pengunjung dan pesanan.

Kambouropoulos turun ke belakang meja untuk membuat dan menyajikan kopi serta makanan buat para pembeli yang mengantre. Anak laki-lakinya juga begitu. Ia membantu menerima pesanan, membuang sampah dan membagi-bagikan gula dan krim kopi.

"Kami membersihkan tempat (kedai) sedikit dan membantu melayani pembeli," ujar Kambouropoulos senior kepada Reuters.

Mereka tidak meminta bayaran atas pekerjaan "dadakannya" itu. Buat mereka, apa yang diberikan si pemilik kedai sudah cukup, yaitu ucapan terima kasih, jabatan tangan, dan senyum yang tulus. Bonusnya adalah mereka boleh menikmati kopi sebanyak yang mereka mau.

(a2s/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads