Beberapa waktu yang lalu, Schiavone mengharumkan nama Italia dengan meraih juara grand slam Prancis Terbuka.
Petenis berusia 30 tahun itu menjadi petenis putri pertama asal Italia yang berhasil menjuarai turnamen Grand Slam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petenis kelahiran Milan itu menambahkan dirinya banyak mendapatkan dukungan dari Fabio Cannavaro dkk. selama melakoni Prancis Terbuka. "Terima kasih untuk Marcelo Lippi dan seluruh tim."
Seperti halnya kesuksesan Schiavone di Rolland Garros, keberhasilan Gli Azzuri meraih gelar keempatnya itu juga berlangsung selayaknya drama.
Baik Schiavone mau pun Italia sama-sama tidak diunggulkan ketika memasuki kejuaraan. Khusus untuk Italia, mereka terjun di Piala Dunia 2006 dalam sorotan usai terkuaknya skandal calciopoli. Namun di akhir cerita kemenangan menjadi milik Italia.
Kini Italia tengah dalam perjuangan mempertahankan titel juara dunia. Brasil menjadi negara terakhir sejauh ini yang sukses melakkan back-to-back (Piala Dunia 1958 dan 1962).
Bila empat tahun silam Fabio Cannavaro dkk menjadi inspirasi bagi Schiavone, maka kini situasinya menjadi sebaliknya.
"Saya merasa terhormat bila saya ternyata menjadi inspirasi bagi mereka. Empat tahun silam mereka juara dunia dan saya yakin mereka siap untuk mempertahankan gelar," tuntas Schiavone.
Foto: Francesca Schiavone saat menjuarai Prancis Terbuka, 5 Juni 2010 (Getty Images) (nar/key)











































