Seperti di banyak negara dunia lainnya, taksi juga bisa ditemui di Afrika Selatan. Tapi Anda sebaiknya hati-hati jika tak mau justru merasa dirugikan atau bahkan jadi korban kejahatan.
Soalnya, taksi seperti yang umum kita ketahui di Indonesia, jumlahnya terhitung sedikit. Taksi-taksi jenis ini hanya melayani 'trayek' dari bandara ke hotel atau sebaliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenis taksi yang kedua terbilang unik. Soalnya taksi ini bisa ditumpangi oleh beberapa pelanggan sekaligus. Penumpangnya bisa berjumlah 12 sampai 14 orang.
Entah kenapa transportasi umum yang satu ini juga dinamai taksi. Kendaraan yang digunakan untuk taksi ini juga bukannya berjenis sedan pada umumnya, melainkan mobil berjenis van, yang membuatnya bisa menampung sangat banyak penumpang.
'Taksi ramai-ramai' ini khusus dipakai untuk jarak jauh. Jangan berharap ada argo di dalamnya, setiap penumpang dikenai biaya berdasarkan jarak tempuh.
Karena merupakan kendaraan antarkota, tarifnya cukuplah mahal, sekitar 300 sampai 350 rand (Rp 356.000 sampai Rp 415.000). Taksi jenis ini acapkali ditumpangi oleh warga lokal Afrika Selatan.
Faktor keamanan harus jadi prioritas utama saat memilih dua jenis taksi tersebut. Soalnya 'taksi ramai-ramai' lebih rawan terjadi tindak kejahatan. Kepada detiksport, seorang warga Johannesburg curhat pernah jadi korban kejahatan akibat naik taksi ramai-ramai tersebut.
Dia mengaku sempat dibawa berkeliling saat menjadi penumpang terakhir taksi unik itu. Belakangan, dia diancam diperkosa jika tidak menyerahkan harta bendanya. Nah lho!
(din/krs)











































