Free market di Afrika Selatan ini sesungguhnya mirip ITC di Jakarta. Bedanya, pasar ini tak berada di bangunan bertingkat, tetapi tersebar di area yang cukup luas.
Beragam barang bisa kita temukan di Free Market ini. Mulai dari pakaian, peralatan elektronik, sepatu, telepon selular beserta beragam aksesorisnya, sampai makanan dan cafΓ©.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memasuki area free market, Anda akan disambut oleh kios-kios yang tertata rapih. Kebersihan jadi nilai plus berikutnya dari pasar ini. Di setiap lorong yang detiksport lintasi, jalannya bersih dan terawat baik.
Di bagian tengah pasar terdapat panggung yang biasa digunakan untuk menggelar acara tertentu. Sementara di depan panggung tersebut tertata rapi kursi dan meja yang dilengkapi dengan payung kanopi.
Tak jauh dari situ ada semacam area bermain untuk anak-anak. Sementara toilet juga terawat bersih dan tentunya tak bau pesing.
Bagaimana dengan harga barang-barang yang dijual? Ini dia keuntungan lainnya. Harga beragam produk yang di jual di sini dijamin tak akan mencekik kantong Anda. Harga yang dipasang cukup bersaing. Bisa ditawar pula, lho.
"Free market semacam ini ada di beberapa tempat di Pretoria. Di kota lain jumlahnya juga banyak. Beberapa free market buka berdasarkan hari tertentu. Sementara lainnya buka setiap hari," ungkap Willy, salah seorang pengunjung yang ditemui detiksport di area pasar.
Sama seperti di Indonesia, sebagain besar barang yang dijual ternyata produk China. Hanya beberapa jenis produk saja yang asli buatan Afsel dan itu umumnya cinderamata khas negara Nelson Mandela ini.
Selain itu, di pasar yang terletak masih di tengah kota tersebut juga banyak ditemui pedagang dari Asia. Cukup banyak toko yang terlihat dijaga oleh mereka yang berasal dari China dan India.
"Wah ini sih seperti di Tanah Abang aja, hampir nggak ada bedanya," cetus seorang teman yang datang ke Free Market bareng detiksport.
(din/krs)











































