Terletak di sudut jalan Vilakazi dan Ngakane, rumah bernomor 8115 yang dibangun dengan bata merah itu terlihat tak jauh berbeda dengan bangunan-bangunan di sekililingnya. Yang membuatnya terlihat mencolok tentu saja antrian orang di pintu masuk dan pagar kokoh yang membentang memagari bagian depan.
Saya tiba di Nelson Mandela House, yang terletak di Orlando West, Soweto, Johannesburg, sekitar pukul 12.30. Matahari bersinar terang, tapi karena sedang musim dingin, puluhan orang yang berada di sekitar bangunan tersebut memakai baju hangat dan jaketnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saya, dan pengunjung yang dianggap turis internasional, harus mengeluarkan 60 rand untuk bisa masuk ke dalamnya. Sementara penduduk lokal dikenai biaya 40 rand.
Dengan biaya tersebut, saya sudah mendapat seorang guide yang menjelaskan dengan panjang lebar kisah dibalik rumah yang berdiri tahun 1945 tesebut, plus penjuangan Nelson Mandela selama menetap di sana.
Di dalam rumah tersebut masih bisa ditemui beberapa peralatan rumah tangga yang asli dalam kondisi sangat terawat. Di antaranya adalah satu set meja makan, kompor, tempat tidur, telepon tua dan beberapa lemari yang memuat banyak memorabilia dari mantan presiden Afrika Selatan di tahun 1994 sampai 1999 tersebut.
Selain itu, di banyak bagian dan diding rumah juga bisa ditemui teks yang merupakan cukilan pikiran serta pidato dari pria yang bernama lengkap Nelson Rolihlahla Mandela itu. Foto-foto Mandela muda dalam beragam aktivitas dan istri keduanya, Winnie Madikizela.
Sebelum akhirnya dijebloskan ke dalam penjara pada tahun 1962, Mandela menggunakan rumah tersebut sebagai pusat kegiatannya sebagai aktivis. Disebutkan kalau rumah tersebut beberapakali mendapat serangan dari lawan-lawan politik Mandela, mulai dari berondongan peluru hingga bom molotov.
Setelah terbebas dari penjara Robben Island di tahun 1990, Mandela sempat meninggali rumah tersebut selama 11 hari. Dia kemudian pindah ke rumah yang dia tempati hingga kini di wilayah Houghton, Gauteng, Johannesburg.
Keluarga Manderla masih meninggali rumah tersebut hingga tahun 1996. Setelah itu, rumah tersebut kemudian dijadikan salah satu peninggalan bersejarah Afrika Selatan dan kini dikelola di bawah semacam departemen sejarah Soweto dan menjalani renovasi tiga tahun lalu.
"Pada malam saya bersama Winnie kembali ke (rumah) No. 8115 di Orlando West, pada saat itulah saya tahu di dalam hati kalau saya sudah meninggalkan penjara. Buat saya (rumah) No. 8115 adalah pusat dunia saya, sebuah tempat yang saya tandai dengan X di geografi mental saya," (Dari otobiografi Nelson Mandela: The Long Walk to Freedom).
Foto: Suasana Nelson Mandela House di Soweto, Johannesburg. (Getty Images)
(din/arp)











































