Vuvuzela jadi bagian yang tak terpisahkan dari Piala Dunia 2010. Di mana-mana, semua orang sepertinya tak mau ketinggalan meniup alat yang mampu menggeluarkan suara sangat besar tersebut.
Bisa dibayangkan bagaimana bisingnya stadion saat menggelar pertandingan. Ribuan orang datang dengan vuvuzelanya masing-masing dan meniupnya tiada henti di sepanjang 2 x 45 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buat yang mulai muak dengan vuvuzela tersebut kini ada penangkalnya. Tak lain dan tak bukan, penangkal tersebut adalah penyumbat telinga.
Seperti didapati detiksport di Fan Fest Centurion Cricket Ground, Pretoria, sumbat telinga tersebut dijual oleh para pedagang seorang warga lokal tepat setelah pintu masuk.Satu sumbat telinga mereka hargai 20 rand (sekitar Rp 26.000).
Harga tersebut sesungguhnya lebih mahal lima rand dibanding yang dijajakan kaki lima yang bergerilya beberapa kilometer dari Soccer City. Di sana, satu sumbat telinga mereka hargai 15 rand (sekitar Rp 19.500).
Sumbat telinga tersebut berwarna-warni hingga menarik perhatian. Terbuat dari karet kira-kira sebesar ujung jari kelingking, 'anti vuvuzela' tersebut disatukan oleh kabel plastik juga dengan warna menarik.
Saat saya mencobanya di dalam Soccer City, sumbat telinga tersebut lumayan memberi kenyamanan buat pendengaran saya. Soalnya suara di dalam stadion memang luar biasa bising.
(key/roz)










































