Salakhahle, Bafana Bafana

Laporan dari Afsel

Salakhahle, Bafana Bafana

- Sepakbola
Rabu, 23 Jun 2010 07:01 WIB
Salakhahle, Bafana Bafana
Pretoria - Afrika Selatan tampil gagah berani pada pertandingan terakhirnya di Grup A. Sempat menghidupkan harapan di paruh pertama, tuan rumah harus menerima terdepak. Salakhahle (selamat tinggal) Bafana Bafana.

Setelah cuma bermain imbang di laga pertama dan kalah telak di pertandingan kedua, Afrika Selatan ditunggu misi yang sepertinya tak mungkin dilakukan demi bisa lolos ke babak 16 besar. Bafana-Bafana harus memetik kemenangan dengan skor 4-0 atas Prancis.

Harapan tersebut secara luar biasa sempat terbuka setelah hingga turun minum mampu unggul dengan skor 2-0. Makin menyempurnakan kondisi tersebut adalah keunggulan Uruguay 1-0 atas Meksiko, yang membuat Afsel cuma butuh satu gol lagi untuk bisa lolos ke 16 besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Fan Fest Centurion Cricket Ground, Pretoria, detiksport menyaksikan langsung bagaimana sekitar seribuan orang yang menyaksikan laga tersebut di layar raksasa sepertinya sudah siap menggelar pesta saat turun minum.

Kegembiraan dan histeria luar biasa sudah terasa saat Bongani Khumalo menjebol gawang Les Bleus di menit 20. Tiupan vuvuzela makin memekakkan telinga saat Katlego Mphela menggandakan kedudukan 17 menit berselang.

Pesta kecil bahkan sudah digelar di beberapa sudut area Fan Fest, saat layar lebar menunjukkan skor 1-0 untuk keunggulan Uruguay di pertandingan lain. Beberapa pria dan wanita menari-nari bersama sambil meniupkan Vuvuzela tanpa henti, sementara beberapa penonton yang lain sibuk membahas ulang dua gol di paruh pertama.

Fans Afsel jelas layak optimistis mengingat mereka cuma butuh satu gol lagi untuk bisa mencetak sejarah lolos ke 16 besar. Apalagi di babak kedua Prancis cuma akan bermain dengan 10 orang setelah Yoann Gourcuff diusir wasit pada menit 35.

Namun situasi tersebut berubah di menit 70. Beberapa sumpah serapah bisa saya dengar dengan jelas saat Florent Malouda mencetak gol dan menyamakan kedudukan.

Setelah itu, suasana di Fan Fest Centurion Cricket Ground tak lagi sama. Tiupan vuvuzela masih terdengar dengan intensitas yang jauh menurun, sementara banyak penonton yang lain memilih diam di balik jaket tebalnya, seiring malam dan dingin yang mulai turun.

Mungkin sudah pesimis dengan menambah dua gol demi tetap bisa lolos, beberapa fans mulai beranjak dari tempat duduknya sejak menit 85.

Dan apa yang dikhawatirkan publik Afrika Selatan akhirnya benar terjadi. Skor 2-1 tak berubah hingga wasit meniupkan peluit panjang tanda laga berakhir. Meksiko dan Uruguay lolos sebagai wakil Grup A.

β€œSalakhahle, Bafana-Bafana
. Sekarang saya dukung Brasil saja,” ketus Billy, pria 26 tahun yang mengantar saya ke Fan Fest Centurion Cricket Ground.

Foto: Spanduk dukungan buat Bafana-Bafana yang tergeletak begitu saja di tanah setelah pertandingan berakhir.

(din/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads