Demikian hasil pengamatan detiksport saat mendatangi beberapa pusat perbelanjaan di sekitar Johannesburg dan Pretoria. Mulai dari mall besar di pusat kota hingga pasar semi tradisional di pinggiran, banyak produk China yang bisa ditemui.
Jersey tim-tim yang berpartisipasi di Piala Dunia jadi yang paling mencolok. Sebenarnya kostum tersebut tak benar-benar sama dengan produk aslinya. Kaos bola keluaran China itu cuma mengambil warna dasar tim tersebut lalu ditambahkan dengan tulisan negara yang bersangkutan melintang di bagian dada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demam vuvuzela yang mewabah sepanjang Piala Dunia ini juga dimanfaatkan oleh produsen asal China. Meski vuvuzela sejatinya adalah alat tiup khas Afrika Selatan, saya mendapati banyak vuvuzela terbuat dari China.
Vuvuzela China ini sedikit berbeda dengan vuvuzela lainnya. Soalnya vuvuzela tersebut umumnya tak berhias apapun dan terlihat dibuat dari plastik yang lebih tipis.
"Kami di Afrika menyebut produk buatan China itu sebagai Fongkong. Artinya palsu, imitasi. Beberapa pedagang mendapatkannya dengan harga murah lalu menjualnya kembali dengan sangat tinggi," beber Chris, seorang warga Afrika Selatan yang pernah bekerja di kedutaan besar Indonesia di Pretoria.
Produk-produk bikinan China itu disebutnya kemudian sudah mulai masuk sebelum Piala Dunia dimulai. Kepolisian Afsel sebelumnya pernah menggagalkan pengiriman satu kontainer yang berisi jersey Bafana-Bafana palsu.
(din/a2s)











































