Bloemfontein, Kota Mawar yang Tenang

Catatan dari Afsel

Bloemfontein, Kota Mawar yang Tenang

- Sepakbola
Rabu, 30 Jun 2010 06:01 WIB
Bloemfontein, Kota Mawar yang Tenang
Bloemfontein - Mengunjungi Bloemfontein bisa membuat kita melupakan segala hiruk-pikuk Piala Dunia. Di kota yang terkenal dengan bunga mawar itu, sedikit ketenangan bisa didapat tamu-tamu yang datang.

Butuh perjalanan sekitar lima jam untuk mencapai Bloemfontein dari Pretoria dan Johannesburg. Sebuah perjalanan panjang menggunakan jalur darat dengan menempuh jarak hingga lebih dari 600 km.

Saya berkesempatan mengunjungi Ibukota Propinsi Free State tersebut pada Minggu (27/6/2010) lalu. Karena bertepatan dengan laga Inggris kontra Jerman di babak 16 besar, saya 'dikawal' puluhan fans kedua kesebelasan di sepanjang perjalanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun dugaan kalau Bloemfontein akan menggelora bertepatan dengan pertandingan besar tersebut ternyata salah. Fans Der Panzer dan The Three Lions memang mampu menyemarakkan suasana, namun itu cuma di sekitaran Free State Stadium.

Bloemfontein di hari Minggu hanya berbeda sedikit dengan kota di sebuah tempat yang sangat terpencil terkait suasananya yang sangat sepi. Saat banyak pusat perkantoran yang tutup, jalan-jalan di tengah kota hanya diisi sedikit mobil yang berlalu lalang.

Meski menjadi salah satu dari tiga ibukota nasional Afrika Selatan, Bloemfontein berbeda jauh dengan dua ibukota negara lainnya, Cape Town (ibukota legislatif) dan Pretoria (ibukota administratif). Total penduduk di kota ini cuma sekitar 369,568 jiwa, bandingkan dengan Pretoria yang mencapai jumlah 2,3 juta orang dan Cape Town yang dihuni 2,4 juta manusia.

Bloemfontein sendiri berasal dari bahasa Belanda yang berarti 'musim bunga bersemi'. Terletak 1.395 meter di atas permukaan laut, kota ini menjadi tempat yang subur untuk tumbuhnya banyak bunga mawar.

Dikenal sebagai kota mawar, Bloemfontein punya event tahunan yang kerap menarik banyak wisatawan dari luar negeri. Setiap akhir tahun, kota ini menggelar sebuah festival mawar.

Sebagai salah satu kota besar dan bersejarah dalam perjalanan Afrika Selatan sebagai negara, Bloemfontein juga melahirkan banyak nama-nama besar. Salah satu yang paling dikenal dunia adalah J.R.R Tolkien, sang pengarang buku The Lord of The Ring. Tolkien tak bertahan lama di Bloemfontein, tiga tahun setelah kelahirannya di tahun 1892

Ketenangan Bloemfontein sepertinya berjalan seiring dengan statusnya sebagai salah satu kota pelajar di Afrika Selatan. Beragam sekolah mulai dari pra sekolah hingga universitas tersedia di sini. Beberapa sekolah di Bloemfontein terkenal karena di dalam kelas mereka mengajarkan tiga bahasa yang berbeda, Afrikaans, Inggris dan Sesotho.

Bloemfontein jelas tak eksotis Pretoria, atau semeriah Johannesburg. Namun ketenangan yang dijanjikan kota tersebut tetap mampu menarik minat banyak orang untuk datang berkunjung.


(din/arp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads