"Katanya Afrika selatan itu kan rawan, tingkat kejahatan tinggi, ada yang kasih saran supaya berhati-hati selama di sini. Tapi sejauh ini semua baik-baik aja tuh," ungkap Samuel Tirayoh, seorang gila bola asal Indonesia yang detiksport temui di Loftus Versveld.
Diakui Samuel, saat pertama tiba di Afsel dia dan istrinya, Wiwit, sempat sedikit paranoid. Pemberitaan media soal tingginya angka kriminalitas membuat mereka jadi ekstra waspada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita malah dapat perlakuan yang baik dari beberapa warga lokal yang ditemui. Pergi ke mana-mana naik taksi juga gak masalah. Mereka mengantar kami sampai ke tujuan, tak seperti yang dikatakan orang sebelumnya. Kita bahkan sudah mencoba angkot (angkutan kota) di sini," timpal Wiwit.
Samuel tiba di Afrika Selatan pada 16 Juni dan kembali ke Indonesia pada 30 Juni kemarin. Selama 14 hari di negara Nelson Mandela ini, dia total menyaksikan 10 pertandingan dari babak fase grup sampai 16 besar.
"Sebenarnya saya mau nonton sampai final. Tapi jatah cuti istri saya nggak memungkinkan buat itu. Jadi ya terpaksa harus pulang," lanjut pria yang memfavoritkan Spanyol itu.
Saat banyak fans kesulitan mendapatkan tiket beberapa pertandingan, Samuel tak menemui masalah tersebut. Soalnya dia sudah memesan tiket untuk beberapa pertandingan sejak tahun lalu, melalui pembelian via internet.
"Saya sampai begadang nungguin penjualan tiket di internet, mas. Tapi pengorbanan itu nggak sia-sia," tuntas pria yang bekerja untuk Newmont itu.
(din/krs)










































