"Nggak (kecewa). Tapi memang karena Brasil kayaknya menurun sekali. Belanda konsisten," begitu komentar Boediono usai menyaksikan laga Brasil VS Belanda dalam acara nonton bareng di Kediaman Dinas Wapres, Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (2/7/2010).
"Saya deg-degan juga tadi," lanjut Boediono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puluhan wartawan berpastisipasi dalam acara nobar yang digelar di pendopo dan halaman belakang kediaman Wapres itu. Teriakan-teriakan dukungan terhadap kesebelasan yang sedang beradu membuat suasana tampak meriah.
Boediono yang memprediksikan Brasil akan menang tampak gembira ketika Robinho membuka skor pada menit ke 10. Ia pun berteriak "gol" dan mengangkat kedua tangannya sebagai ekspresi kemenangan sementara tim samba atas Belanda.
"Saya surprise, Brasil bisa menggolkan di menit-menit awal. Saya membayangkan, pertandingan akanΒ berjalan alot dan gol baru tercipta di menit-menit akhir," katanya saat turun minum.
Boediono berspekulasi Brasil akan tetap mempimpin di babak kedua, namun tipis. Karena itu, ia terlihat tenang-tenang saja saat pemain Brasil Felipo Melo melakukan gol bunuh diri dan membuat kedudukan imbang 1-1.
Namun, Brasil rupanya tidak mampu membuat gol lagi. Bahkan keadaan berbalik dan Belanda unggul 2-1 lewat gol yang diciptakan Sneijder di menit ke 67. Penampilan Brasil makin buruk ketika harus bermain dengan sepuluh orang usai Felipe Melo diganjar kartu merah.
"Ya, memang begitulah hasilnya, nanti kita tunggu lagi," ujar Boediono.
(arp/arp)











































