Nikmatnya Berkendara Tanpa Klakson

Catatan dari Afsel

Nikmatnya Berkendara Tanpa Klakson

- Sepakbola
Sabtu, 03 Jul 2010 10:35 WIB
Nikmatnya Berkendara Tanpa Klakson
Pretoria - Bukan soal jalanan yang mulus dan jarang terjadi kemacetan yang membuat berkendara di Afrika Selatan sangat menyenangkan. Pengemudi di negara ini masuk kategori sangat sopan karena berkendara nyaris tanpa klakson.

Dengan jalan yang sangat mulus, kendaraan di banyak jalan di Afsel bisa dipacu dengan kecepatan sangat tinggi. Namun, itu tak lantas membuat banyak pemakai jalan ugal-ugalan saat mengemudikan mobil.

Memang mereka diawasi dengan ketat oleh speed trap yang tersebar di banyak sisi jalan. Tetapi tetap saja, secara keseluruhan, pengemudi kendaraan di Afsel ini sangat menghormati pengguna jalan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di setiap persimpangan jalan yang kebetulan tidak terpasang lampu merah, mobil yang akan melintas akan benar-benar menunggu jalanan kosong. Jika adaΒ  ada mobil lain yang akan melintas dalam jarak dekat, mereka akan membiarkan kendaraan lain itu melintas lebih dulu. Tak ada yang saling seruduk atau berebut ingin lebih dulu.

Hal unik lain adalah komunikasi antara pengemudi dengan menggunakan lampu mobil. Itu detiksport alami sendiri saat dalam perjalanan pulang dari Bloemfontein ke Pretoria di malam hari.

Jika mengetahui ada yang akan menyalip dari belakang, si pengemudi yang berada di depan akan menyalakan lampu sein kiri dan sedikit menepi untuk memberi jalan.

Sebagai ucapan terima kasih, mobil yang kini berada di depan akan mengedipkan lampu bagian belakang satu kali. SelanjutnyaΒ  akan dibalas dengan menyalakan lampu dim, ini diartikan sebagai ucapan "sama-sama". Sungguh menyenangkan.

Hal lain yang membuat berkendara di Afsel menyenangkan tentu saja jalan-jalan yang secara umum terawat rapi. Paling tidak setahun sekali pemerintah akan melakukan pengaspalan ulang, selain demi kenyamanan hal tersebut dilakukan untuk alasan keamanan.

Begitulah, selama tiga pekan meliput Piala Dunia 2010, detiksport nyaris tak pernah mendengar klakson dibunyikan di tengah jalan. Semua berjalan sangat teratur, saling menghormati sesama pengguna jalan dan tak ada yang berebut ingin lebih dulu dari yang lain.

Kondisi itu bisa ditemui dari pusat kota hingga pelosok pemukiman. Saat jalan tengah lengang atau di jam sangat sibuk sekalipun.

"Di sini klakson rusak karena nggak pernah dipakai. Beda sama Jakarta, klakson rusak karena keseringan dipakai," kelakar Djaka Widyatmadja, staff kedutaan besar Indonesia di Pretoria.

Ah, andai Jakarta bisa seperti di Afrika Selatan ini.


(din/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads