Hal itu disampaikan Nadal usai mengalahkan Thomas Berdych di partai final Wimbledon, Minggu (4/7) malam WIB. Nadal pun ingin langsung bisa terbang ke Afrika Selatan untuk menyaksikan rekan-rekannya berlaga di semifinal melawan Jerman.
Namun terapi penyembuhan lututnya demi kondisi yang fit menyambut turnamen AS Terbuka jadi prioritas utamanya dan jauhnya jarak membuat Nadal harus berpikir dua kali untuk ke sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagiku berada di sana adalah sebuah kehormatan bagiku. Aku adalah fans berat sepakbola dan tentunya suporter fanatik dari tim kami. Aku sering kontrak dengan para pemain. Aku mendoakan yang terbaik untuk mereka," lanjutnya.
Menurut Nadal tahun ini adalah kesempatan terbaik bagi tim asuhan Vicente Del Bosque untuk merebut titel juara dunia pertama kalinya. Sebab persepakbolaan Spanyol sedang berada di masa puncaknya.
"Kami memenangi Piala Eropa di sepakbola dan sekarang kami ada di semifinal Piala Dunia. Jadi ini mungkin adalah momen terbaik dalam sejarah olahraga kami," sahut petenis peringkat satu dunia itu.
"Sangat sulit untuk melakukannya. Kami tahun bagaimana sulitnya untuk bisa seperti sekarang dan menikmati momen-momen seperti ini. Sebab sangat sulit bagi generasi selanjutnya untuk mengulangi apa yang kami lakukan sekarang," pungkas Nadal yang berusia 23 tahun itu.
Ada klenik yang menghubungkan antara sukses Nadal di Wimbledon dan tim Spanyol. Dua tahun saat Nadal merebut titel pertamanya di turnamen itu, La Furia Roja sukses merajai Eropa.
Kini Nadal kembali sukses merebut titel keduanya di Wimbledon. Apakah Spanyol akan terkena lagi tuah Nadal tersebut dengan jadi juara Piala Dunia?
(mrp/mrp)











































