Prediksi-prediksi macam ini sudah lama saya lakukan. Pada Piala Dunia di Jerman empat tahun lalu saya juga menuliskan prediksi itu di detiksport. Hasilnya Alhamdulillah, hanya ada dua kesalahan prediksi, itu pun di babak penyisihan. Brasil yang tak jagokan keok di perempatfinal.
Ketika Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan ini bergulir, saya tidak dihubungi sejak awal. Baru setelah laga kedua atau ketiga saya dikontak, disuruh untuk menuliskan kembali "kolom ngawur" itu di detik.com. Kenapa saya sebut "kolom ngawur", karena ulasannya memang ngawur. Menuliskan sepakbola bukan soal bola, tetapi prediksi tentang permainan itu. Saya pun menulis "Darmogandhul Bal-balan".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika Spanyol kalah dan terpuruk, saya mulai melakukan prediksi. Saya yakin biar kalah, Tim Matador ini akan melenggang ke babak berikutnya. Judul prediksi itu adalah "Spanyol Masih Hidup". Dan dii babak berikutnya saat berhadapan dengan Portugal, saya tidak basa-basi lagi mengangkatnya. Tulisan "Jorok, Portugal Kalah" sangat menohok.
Ketika tulisan itu tayang, bukan main banyaknya komentar. Rata-rata menghujat saya, terutama yang 'njagoin' Portugal. Dan itu biasa. Saya sudah sangat kenyang dicaci macam itu, apalagi kolom itu untuk sepakbola tapi dibahas dari sisi yang tidak lumrah.
Namun saat Portugal benar-benar kalah dan saya memprediksi "Brazil & Ghana Kalah", maka tak hanya di halaman komentar detiksport yang luber kiriman, tetapi juga di email, SMS handphone, juga di facebook saya. Dan ini makin parah saja ketika Brasil dan Ghana benar-benar kalah.
Kali ini tidak hanya "media" saya itu yang penuh kiriman minta prediksi pertandingan, tapi juga yang tahu nomor HP saya tak ketulungan telepon yang masuk. Celakanya kepentingan mereka sama, minta hasil laga yang belum dilagakan. Ini yang membuat saya pusing dan enggan mengangkat telepon.
Kalau sudah terlanjur terangkat saya suruh baca aja di detiksport.com. Banyaknya permintaan tentang prediksi itu membuat saya tersiksa. Sebab nafas dari permintaan itu terasa, bahwa itu adalah untuk berjudi. Malah ada banyak komentar yang saya rasakan, mereka sebenarnya tidak suka dengan tulisan itu, tapi hanya sekadar untuk memperoleh ramalannya. Ini yang mengganggu saya. Makanya ketika saya prediksi Argentina kalah di bawahnya saya beri catatan jangan dipakai untuk judi, sambil saya "takut-takuti" kalau dilakukan akan berubah "yang menang".
Juga untuk memperkecil "perjudian" itu, maka saya juga tidak tuliskan prediksi tentang Spanyol lawan Paraguay yang hampir pasti menang Spanyol. Dan ini kalau pembaca jeli, sebenarnya sudah bisa disimak ketika saya mengangkat Spanyol lawan Portugal. Saya istilahkan "tim-tim dari Amerika Latin kadar ngototnya hanya sedikit di atas tim Afrika".
Memang benar saya tidak begitu tahu teknis bermain bola. Saya juga kurang paham tentang strategi permainan bola. Tapi saya punya insting untuk menebak siapa yang akan kalah dan menang. Itu yang saya terapkan, yang Alhamdulillah dari dulu dan sekarang ternyata masih ada manfaatnya.
Sekarang kita masih menunggu beberapa laga lagi. Untuk para pendukung tim yang sudah kalah, maaf jika prediksi itu ternyata amat menyakitkan hati Anda.
===
*) Penulis adalah pemerhati budaya, tinggal di Surabaya. Secara teratur juga menulis kolom di detikNews.
(a2s/a2s)











































